DIALEKSIS.COM | Kolom - Aceh sepertinya memang ditakdirkan jadi laboratorium bencana di dunia. Belum kering ingatan tentang raksasa ombak tsunami 2004, pada akhir November lalu, kita dipaksa melahap kenyataan pahit bencana ekologis yang skalanya tak kalah dahsyat.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Fenomena pengisian Hakim Mahkamah Konstitusi telah menjadi Perbincangan hangat di saat ini. Kamis Sore (5/2/2026) di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Adies Kadir, eks Wakil Ketua DPR RI dari Partai Golkar, sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
DIALEKSIS.COM | Kolom - Dalam teater kekuasaan global, terdapat sebuah panggung gelap yang jarang terjamah lampu sorot etika. Ia adalah labirin yang dibangun dari tumpukan modal, ambisi politik, dan degradasi moral yang sistemik. Skandal Jeffrey Epstein, yang kini kembali mencuat melalui rincian dokumen pengadilan, bukan sekadar fragmen kriminalitas biasa.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Di jagat maya yang serba instan, kebenaran seringkali kalah oleh keriuhan. Sebuah unggahan di Facebook oleh teman ngopi saya, Jabal Sab, memantik sebuah diskursus yang terlihat sederhana namun menyimpan lapisan kompleksitas yang tebal.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Mari kita bayangkan sebuah sandiwara megah bernama "Lelang Jabatan". Di sini, para aktornya adalah orang-orang hebat dengan gelar berderet, mulai dari Magister Manajemen hingga Doktor Ilmu Pemerintahan. Kalau gelar mereka ditulis di undangan pernikahan, bisa menghabiskan satu baris sendiri.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya sedang merindukan aroma laut, atau setidaknya aroma minyak yang terbakar di cakrawala. Dia tengah mempertontonkan orkestrasi kasino militer dengan penuh kesombongan, seolah semua yang ada di jagat raya harus tunduk di bawah kendalinya.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Di Aceh, cinta tak pernah sekadar urusan hati. Ia adalah medan tafsir, ruang sandi, dan kadang, pintu jebakan.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Di balik kecanggihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini mampu menulis, menganalisis, hingga mengambil keputusan kompleks, ada satu komponen yang kerap luput dari sorotan publik: server. Mesin-mesin sunyi yang bekerja tanpa henti ini sesungguhnya adalah jantung peradaban digital modern. Tanpa server, AI hanyalah konsep di atas kertas--cerdas di teori, lumpuh di praktik.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Kekhawatiran yang disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana (10/1/2026) bukanlah sekadar retorika politik. Pernyataan beliau mengenai risiko aksi "ping-pong" birokrasi adalah sebuah alarm dini. Wagub merekam kegelisahan daerah: mampukah Satgas yang bersifat lintas kementerian bekerja seefektif Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias di masa lalu?
Musibah telah mencatat sejarah. Ada pahlawan yang terlahir dari tuntutan keadaan. Ada pengkhianat yang memanfaatkan kesempatan. Ada manusia munafik, seolah berbuat dan ingin ditabalkan sebagai pahlawan.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Pengibaran Bendera Aceh pada 25 Desember 2025 di Lhokseumawe kembali membuka satu pertanyaan mendasar sejauh mana negara khususnya aparat keamanannya benar-benar memahami makna perdamaian di Aceh? Peristiwa ini bukan sekadar soal simbol, melainkan ujian atas kedewasaan negara dalam membaca sejarah dan mengelola keberagaman identitas politik ke-Aceh-an di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Ia sudah mengakhiri perjalanannya di Sumatra, dari pelosok Tapanuli hingga pelosok Aceh. Berakhir setelah sebulan mencurahkan pikiran, waktu, tenaga, dan biaya. Dia sudah bikin Sumatra menangis.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat setempat. Namun, dalam banyak diskursus kebijakan publik, banjir masih sering dipahami sebagai peristiwa alamiah semata yang berada di luar kendali manusia.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Dari sudut pandang feminisme radikal, bencana alam bukan sekadar peristiwa ekologis atau kejadian alamiah yang berdiri sendiri, melainkan merupakan ruang sosial-politik yang memperlihatkan bagaimana relasi kuasa patriarkal bekerja secara nyata, terutama dalam kondisi krisis.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Banjir yang kembali melanda berbagai wilayah di Sumatera tidak dapat lagi dipahami sebagai peristiwa alam semata. Intensitas banjir yang terus berulang justru menunjukkan adanya persoalan struktural yang dibiarkan berlangsung dalam waktu lama.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Banjir yang melanda wilayah Sumatra, khususnya Aceh pada tahun 2025, menjadi salah satu peristiwa bencana yang berdampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Banjir tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga, terganggunya akses pendidikan dan kesehatan, serta terhambatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Perspektif gender dalam kebencanaan membantu kita memahami bahwa kerentanan perempuan bukan hanya sekedar disebabkan oleh bencana alam itu sendiri, tetapi juga oleh kebijakan dan sistem penanggulangan bencana yang belum sepenuhnya mempertimbangkan perbedaan kebutuhan dan pengalaman antara laki-laki dan perempuan.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Pasca penugasan ke Aceh beberapa waktu lalu dalam rangka koordinasi persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Suprayoga Hadi menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus perhatian serius terhadap kondisi Aceh.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Banjir yang berulang di Pulau Sumatera khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera Utara seringkali dipahami secara sempit sebagai fenomena alam akibat curah hujan tinggi atau pola musim tropis yang ekstrim. Cara pandang ini melihat banjir terutama dari sisi teknis dan kondisi alam, sehingga banjir kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari.
DIALEKSIS.COM | Opini - Banjir yang melanda Sumatera dan Aceh beberapa waktu terakhir bukan sekadar masalah alam. Meski faktor seperti curah hujan tinggi, luapan sungai, dan kerusakan lingkungan berperan besar, bencana ini juga menyingkap ketimpangan sosial yang selama ini terselubung. Terutama, perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak. Mereka harus menghadapi beban ganda: menjaga keselamatan keluarga, mengurus rumah tangga, sekaligus berusaha melindungi harta benda dari genangan air.
