dinsos

  • Surat Terbuka untuk Gubernur Aceh dan DPRA
    Klik-setara | 9 bulan lalu
    Surat Terbuka untuk Gubernur Aceh dan DPRA

    Perkenalkan saya, Abdullah Abdul Muthaleb, seorang warga yang saat ini berdomisili di Kota Banda Aceh. Seorang ayah yang dianugerahi 3 putra-putri yang usianya masih belia. Sebagai bagian dari gerakan masyarakat sipil yang lebih dari sepuluh tahun terlibat mendorong perbaikan tata kelola urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Aceh. 

    Dalam kurun waktu 2016-2018, pernah aktif di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh yang kini telah bertransformasi menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Aceh. Pada saat Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak disusun, saya juga ikut membantu menyiapkan Naskah Akademik dan menyelesaikan rancangan awal Qanun tersebut.  

  • Apakah Aceh Masih Memerlukan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak?
    Klik-setara | 10 bulan lalu
    Apakah Aceh Masih Memerlukan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak?

    Tanpa badai dan tiada pula hujan, tiba-tiba Muhammad AR selaku Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA) angkat bicara. Sang Ketua Komisioner itu sebagaimana diberitakan oleh sejumlah media online di Aceh, pada 9 November 2021 menyebutkan masa kerja Komisioner bakal berakhir pada Januari 2022. 

  • Krisdayanti, Politisi yang Menolak Lupa
    Klik-setara | 11 bulan lalu
    Krisdayanti, Politisi yang Menolak Lupa

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pada bulan September tahun ini, publik semakin terbuka lebar matanya dengan pengakuan blak-blakan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Ia adalah Krisdayanti, yang lazim disapa KD. Sang diva di belantara musik Indonesia yang kemudian "hijrah" ke dunia politik telah mengantarkannya ke parlemen. Pengakuannya secara terbuka itu mengundang reaksi macam rupa. 

  • Menyigi Partisipasi Perempuan dalam Struktur Pemerintahan Gampong
    Klik-setara | 1 tahun lalu
    Menyigi Partisipasi Perempuan dalam Struktur Pemerintahan Gampong

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejarah Aceh tidak bisa dilepaskan dari kemajuan Islam dan kiprah perempuan didalamnya. Dr. Agustin Hanafi (2015) menjelaskan sejarah peradaban Aceh merupakan perpaduan Melayu dan Islam yang secara politik kaum perempuan turut berperan dalam pembangunan peradaban. Kepemimpinan empat Sultanah serta kepahlawanan tokoh perempuan Aceh telah menunjukkan hal tersebut. Aceh pernah berjaya dengan kerajaan Melayu-Islamnya yang diakui oleh dunia, dengan kaum perempuan yang hebat dan berkarakter kuat. 

  • Perempuan Birokrasi dan Cuti Melahirkan, Persoalan yang Belum Selesai!
    Klik-setara | 1 tahun lalu
    Perempuan Birokrasi dan Cuti Melahirkan, Persoalan yang Belum Selesai!

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Akhirnya Wali Kota Banda Aceh, Bapak Aminullah Usman, SE. Ak. MM mencabut Surat Edaran Nomor: 814.1/1351 perihal Mekanisme Pembayaran Jasa Pegawai Non PNS. Pencabutan Surat Edaran yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Derah Kota Banda Aceh pada 19 Mei 2021 itu menarik untuk dicermati.


  • Mahkamah Syar’iyah Aceh  dan Vonis Bebas Terdakwa Pemerkosa Anak
    Klik-setara | 1 tahun lalu
    Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Vonis Bebas Terdakwa Pemerkosa Anak

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam tiga pekan terakhir, putusan “vonis bebas” yang dijatuhkan Mahkamah Syar’iyah Aceh (MS Aceh) mendadak viral. Putusan atas terdakwa pemerkosaan yang terjadi di salah satu gampong di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar tersebut mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan.

     Bagaimana tidak, putusan atas Banding yang diajukan oleh Penasehat Hukum sang terdakwa (inisial DP), sebelumnya diputuskan bersalah oleh Majelis Syar’iyah Jantho (MS Jantho) pada 30 Maret 2021. MS Jantho memutuskan bahwa DP terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya. Terdakwa dijatuhkan ‘uqubat ta’zir dengan ‘uqubat penjara selama 200 (dua ratus) bulan dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani terdakwa.

  • Klik SETARA
    Klik-setara | 1 tahun lalu
    Klik SETARA

    Sebuah kolom yang akan menyajikan tulisan-tulisan khusus terkait dengan isu kesetaraan gender. Kaya data dan analisis untuk mengulas ragam masalah dan isu yang ada di sekitar kita. Kolom ini akan diasuh langsung oleh Abdullah Abdul Muthaleb, sosok ayah tiga anak yang lebih dari sepuluh tahun terakhir mengkaji sekaligus mengadvokasi isu ini dengan berbagai jaringan kerja baik di lokal maupun nasional.