DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengusulkan agar rencana induk atau masterplan pengembangan perkeretaapian Aceh dikaji ulang secara menyeluruh pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu terakhir.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Muyashir Asriyan Haikal, mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh yang mengucurkan anggaran sebesar Rp380.033.300.000 untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana.
Menurut Muyashir, kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
DIALEKSIS.COM | Opini - Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025 telah meninggalkan luka mendalam. Lebih dari sekadar kerusakan fisik, bencana ini menghantam fondasi perekonomian rakyat. Data terbaru yang disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Ir. Medrilzam, MPE, PhD, dalam Aceh Economic Forum (27 April 2026) menunjukkan bahwa ekonomi Aceh terkontraksi minus 1,61 persen (year-on-year) pada triwulan IV-2025. Padahal, sebelum bencana, pertumbuhan Aceh berada di jalur positif 5,0 persen. Ini adalah pukulan telak yang membutuhkan strategi percepatan pemulihan luar biasa. Pertanyaannya: apakah kita hanya akan membangun kembali seperti sedia kala, ataukah kita akan membangun Aceh yang lebih tangguh dan berkelanjutan?
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh memastikan langkah strategis pemulihan pascabencana hidrometeorologi terus bergerak maju.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pendekatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dinilai perlu bergeser dari pola terpusat menjadi berbasis komunitas dan wilayah terdampak langsung.
Hal itu disampaikan Cut Puan Tiszani Pasha, Koordinator Wilayah Aceh Yayasan Arkom Indonesia kepada media dialeksis.com, pasca diskusi publik bertajuk “Bercakap, Berkompromi, Sanger (Saling Ngerti)” yang digelar Minggu, 1 Februari 2026, di Sophie’s Sunset Library.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Aceh meminta kejelasan mekanisme kerja dan dukungan sektoral dari Pemerintah Pusat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Permintaan itu disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat mengikuti Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di wilayah Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Rabu (14/1/2026). Rapat tersebut berlangsung di Ruang Command Center, Gedung B Lantai 2, Kemendagri RI, Jakarta.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh menggelar rapat bersama puluhan badan usaha untuk memperkuat dukungan terhadap tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi bencana hidrometeorologi di Aceh, Senin (12/1). Rapat berlangsung di Posko Tanggap Darurat Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh dan diikuti asisten Sekda serta sejumlah kepala SKPA terkait.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sebagai tanggapan pasca masa tanggap darurat, Pemerintah Aceh mengawali tahun 2026 dengan rencana menyusun dan mengembangkan kerangka pemulihan dalam bentuk Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Aceh (R3P Aceh).
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Struktur Tim Kerja Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Aceh (R3P Aceh) resmi mengalami penyesuaian. Pemerintah Aceh menerbitkan keputusan baru yang merevisi susunan tim sebagaimana ditetapkan sebelumnya melalui Surat Keputusan Gubernur Aceh.
DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Pasca darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, aktivitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Aceh Barat mengalami peningkatan signifikan.