Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Kadishub Aceh Usul Kaji Ulang Masterplan Kereta Api Pascabencana Hidrometeorologi

Kadishub Aceh Usul Kaji Ulang Masterplan Kereta Api Pascabencana Hidrometeorologi

Jum`at, 15 Mei 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Rapat Koordinasi Pengembangan Perkeretaapian Wilayah Aceh bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan. [Foto: Dishub Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengusulkan agar rencana induk atau masterplan pengembangan perkeretaapian Aceh dikaji ulang secara menyeluruh pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu terakhir.

Usulan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Perkeretaapian Wilayah Aceh bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, perwakilan Bappeda Aceh, serta jajaran struktural Dinas Perhubungan Aceh.

Dalam rapat itu, Teuku Faisal menyoroti perlunya evaluasi terhadap kondisi sarana dan prasarana kereta api Aceh yang terdampak bencana, termasuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas yang rusak. Selain itu, rencana pengembangan jaringan kereta api Aceh ke depan juga menjadi pembahasan utama.

“Kita mendorong Kementerian Perhubungan memberikan perhatian serius terhadap pembangunan kereta api Aceh agar segera bermanfaat mendukung mobilitas barang dan orang di Aceh. Apalagi kereta api merupakan moda yang paling efisien,” kata Teuku Faisal.

Menurut dia, perubahan tata ruang wilayah, perkembangan pembangunan, serta dampak bencana hidrometeorologi membuat rencana jaringan kereta api yang telah disusun sebelumnya perlu ditinjau kembali agar lebih adaptif terhadap kondisi terkini di lapangan.

Pemerintah pusat sendiri diketahui memprioritaskan pembangunan jaringan kereta api Aceh“Sumatera Utara, khususnya lintas Aceh-Besitang, sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk mengurangi ketimpangan infrastruktur dan menekan biaya logistik. Proyek tersebut masuk dalam percepatan pengembangan jaringan Trans Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Teuku Faisal menegaskan Pemerintah Aceh siap mendukung kebijakan tersebut agar pembangunan jaringan kereta api sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas nasional dan meningkatkan efisiensi distribusi barang di daerah.

Sementara itu, Kepala BTP Kelas I Medan, Jimmy Michael Gultom, menyambut positif usulan evaluasi masterplan kereta api Aceh. Ia menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam penyusunan arah pengembangan jaringan transportasi berbasis rel di Aceh.

Berdasarkan paparan BTP Kelas I Medan, sedikitnya terdapat 65 titik fasilitas prasarana kereta api yang terdampak bencana pada lintas Lhokseumawe (Muara Satu)-Bireuen (Kuta Blang). Kerusakan tersebut menyebabkan operasional kereta api perintis Aceh yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia terhenti sementara. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI