Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / APBA Melaju: Realisasi 23,27 persen, Lampaui Target Awal Tahun

APBA Melaju: Realisasi 23,27 persen, Lampaui Target Awal Tahun

Jum`at, 01 Mei 2026 11:45 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi. APBA 2026 Melaju: Realisasi 23,27 persen, Lampaui Target Awal Tahun. [Foto: Desain ChatGPT oleh dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | ‎Banda Aceh - Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 hingga akhir April tercatat mencapai 23,27 persen atau sekitar Rp2,7 triliun dari total pagu Rp11,6 triliun. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 21,40 persen, dengan deviasi positif +1,87 persen.

‎Sementara itu, realisasi fisik juga menunjukkan tren positif dengan capaian 26,3 persen, lebih tinggi dari target 24,4 persen, atau mengalami deviasi yang sama sebesar +1,87 persen. Data ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah berjalan relatif lebih cepat dari rencana pada empat bulan pertama tahun anggaran.

‎Juru Bicara Pemerintah Aceh Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man) mengatakan, Pemerintah Aceh menargetkan realisasi keuangan pada akhir Mei 2026 dapat mencapai 29,28 persen, seiring percepatan pelaksanaan kegiatan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

‎Berdasarkan rincian per SKPA, terdapat sejumlah instansi yang mencatat deviasi positif signifikan. Di antaranya, Biro Kepegawian Aceh (BKA) dengan deviasi +15,81 persen, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) +10,66 persen, serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Ro. Kesra) +10,43 persen. Selain itu, Dinas Pendidikan dan sejumlah unit lain juga menunjukkan capaian di atas target yang ditetapkan.

‎"Namun demikian, masih terdapat beberapa SKPA yang realisasinya berada di bawah target. Kondisi ini menjadi perhatian untuk dilakukan percepatan pelaksanaan kegiatan pada bulan-bulan berikutnya," kata Ampon Man.

‎Secara umum, kinerja realisasi APBA hingga April 2026 mencerminkan tren positif, meskipun masih terdapat ketimpangan capaian antar SKPA. Pemerintah Aceh diharapkan dapat terus mendorong optimalisasi penyerapan anggaran guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI