Beranda / Liputan Khusus / Indepth / Banjir lagi, Apakah Kita Manusia Pecundang?

Banjir lagi, Apakah Kita Manusia Pecundang?

Sabtu, 08 Oktober 2022 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga

Banjir Aceh Utara. [Foto: Dialeksis]

Di sisi lain, bisa juga dilakukan dengan penggelontoran sungai, yakni pembersihan sungai secara menyeluruh agar tak ada lagi hambatan aliran di sungai. Hanya saja, kegiatan seperti ini butuh biaya tinggi.

Tindakan lain yang menurutnya bisa meminimalisir potensi bencana banjir ialah, masyarakat mesti diberi pemahaman tata ruang. Agar kesadaran masyarakat bisa bertambah terhadap bencana banjir.

Sementara itu, Ratnalia Indriasari, Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif menyatakan, banjir yang kerap kali terjadi, harus ada solusinya yang tepat, baik untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Tindakan solusi dapat dilakukan dengan normalisasi dan tanggul sungai yang diprioritaskan untuk menanggulangi banjir.

Selain itu, peran masyarakat di tiga wilayah dituntut untuk mengatasi banjir dengan bekerjasama bersama pemerintah setempat guna menurunkan serta menyelesaikan banjir yang selalu terjadi.

Menurut Indri, kebutuhan konsep terintegral dan terkoneksi dalam penanganan banjir di ketiga kabupaten itu dengan melibatkan lintas stakeholder menjadi syarat utama penyelesaian banjir.

Sehingga dampak peran itu nyata dan tidak sembarangan dilakukan. Tanpa keterlibatan semua pihak, persoalan banjir itu sulit diatasi. Harus ada skala prioritas, mana untuk jangka pendek, menengah dan panjang, kata Indri.

Tidak kalah pentingnya, jelasnya, menyiapkan penganggaran melakukan penanganan banjir menjadi solusi jangka panjang dengan membuat infrastruktur dan fasilitas pencegah banjir seperti waduk, bendungan, dan sejenisnya, kata Indri.

Selanjutnya »     Sejumlah pakar yang tergabung dalam Grup...
Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda