Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Harga Pangan Diawasi Ketat Jelang Ramadan, Mentan: Main Harga, Tutup Usaha

Harga Pangan Diawasi Ketat Jelang Ramadan, Mentan: Main Harga, Tutup Usaha

Jum`at, 23 Januari 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stabilitas harga menjadi prioritas utama, khususnya untuk komoditas peternakan seperti ayam, telur, dan daging sapi yang memiliki konsumsi tinggi saat Ramadan. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah memperketat pengawasan harga dan distribusi pangan strategis menjelang Bulan Ramadan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stabilitas harga menjadi prioritas utama, khususnya untuk komoditas peternakan seperti ayam, telur, dan daging sapi yang memiliki konsumsi tinggi saat Ramadan.

Amran memastikan ketersediaan stok telur dan daging nasional dalam kondisi aman. Menurutnya, pasokan yang mencukupi seharusnya mampu menjaga harga di tingkat konsumen tetap stabil. Namun, pemerintah tetap meningkatkan pengawasan untuk mencegah penimbunan maupun permainan harga di sepanjang rantai distribusi.

“Kalau ada yang menjual di atas HET atau HPP, izinnya akan saya cabut. Tidak ada kompromi,” tegas Amran dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (23/1/2026).

Di sisi lain, pemerintah mencatat harga ayam hidup di tingkat peternak justru berada di bawah harga acuan. Harga ayam di lapangan berkisar Rp23.000 per kg, sementara Harga Acuan Produksi (HAP) ditetapkan sekitar Rp25.000 per kg. Kondisi berbeda terjadi pada harga Day Old Chick (DOC) yang masih ditemukan di atas harga kesepakatan Rp11.500 per ekor, bahkan mencapai Rp14.000-Rp15.000 per ekor.

Menanggapi hal itu, Amran meminta Satgas Pangan melakukan pemeriksaan hingga ke hulu. Ia menegaskan pelanggaran harga DOC akan ditindak tegas, termasuk penutupan usaha dan pencabutan izin. 

“Ini menyangkut rakyat kecil. Jika peternak kecil jatuh, dampaknya bisa luas dan merugikan negara,” ujarnya.

Pengawasan serupa juga diterapkan pada komoditas daging sapi. Pemerintah telah menerbitkan izin impor sekitar 700 ribu ekor sapi bakalan untuk kebutuhan satu tahun. 

“Saat ini harga daging masih di bawah HPP. HPP Rp56.000 per kg, harga pasar sekitar Rp55.000. Kami akan cek dan pasti ketemu siapa yang bermain,” pungkas Amran. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI