Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Parlemen Kita / Peran Sufmi Dasco Ahmad dalam Penanganan Bencana Aceh Tuai Apresiasi Akademisi USK

Peran Sufmi Dasco Ahmad dalam Penanganan Bencana Aceh Tuai Apresiasi Akademisi USK

Jum`at, 02 Januari 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU. Foto doc pribadi/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, mendapat apresiasi atas peran aktifnya dalam mendorong percepatan penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh. Upaya koordinasi yang dilakukannya dinilai membantu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya di daerah terdampak.

Dalam sejumlah rapat koordinasi dan kunjungan kerja, Dasco menekankan pentingnya penanganan bencana yang tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Ia mendorong pembentukan satuan tugas pemulihan pascabencana serta penunjukan penanggung jawab dari masing-masing kementerian dan lembaga agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih terarah.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, menilai keterlibatan aktif pimpinan DPR RI menjadi sinyal kuat adanya perhatian serius negara terhadap pemulihan Aceh. Menurut Agussabti, peran legislatif penting untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dan tidak terhambat birokrasi.

Penanganan bencana membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjembatani kepentingan pusat dan daerah. Apa yang dilakukan Pak Dasco menunjukkan upaya mendorong kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri,” ujar Agussabti kepada Dialeksis, 1 Januari 2026. 

Agussabti yang juga disebut sebagai salah satu calon rektor USK pada periode mendatang”menambahkan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam penanganan pascabencana. USK, kata dia, siap berkontribusi melalui kajian ilmiah, pemetaan risiko, serta rekomendasi teknis terkait rekonstruksi yang berorientasi pada ketahanan bencana.

Ia menilai sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan perguruan tinggi menjadi kunci agar pemulihan tidak bersifat sementara. “Rehabilitasi dan rekonstruksi harus berbasis data dan pengetahuan, sehingga hasilnya berkelanjutan dan tidak mengulang kerentanan yang sama,” kata Agussabti.

Sementara itu, Sufmi Dasco Ahmad dalam beberapa kesempatan menegaskan komitmen DPR RI untuk mengawal penanganan bencana di Aceh hingga tahap pemulihan. DPR, menurut dia, akan memastikan program kementerian dan lembaga berjalan selaras dengan kebutuhan daerah serta diawasi secara ketat.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas sosial-ekonomi warga. Pemerintah pusat bersama DPR dan pemerintah daerah kini tengah menyusun langkah-langkah lanjutan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk rencana relokasi serta pemulihan fasilitas publik.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI