DIALEKSIS.cOM | Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan percepatan swasembada susu nasional sebagai prioritas baru pemerintah di sektor pangan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan ekosistem sapi perah terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mengejar ketergantungan impor yang masih tinggi.
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto, mengatakan pemerintah mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri secara menyeluruh, mulai dari perbaikan bibit dan pakan hingga penguatan industri pengolahan dan distribusi.
“Kami mendukung penuh program swasembada pangan, termasuk susu. Ekosistem ini harus dibangun bersama dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Ia menilai swasembada susu bukan sekadar target produksi, melainkan juga upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Menurutnya, efisiensi di sektor hilir menjadi kunci agar produk susu lokal memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Berdasarkan data 2025, populasi sapi perah nasional tercatat 499.360 ekor dengan produksi susu segar mencapai 820.874,82 ton. Namun, produksi masih terpusat di Pulau Jawa, terutama Jawa Timur yang menjadi kontributor terbesar. Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan produksi sekaligus peluang ekspansi ke wilayah lain.
Pemerintah optimistis swasembada susu dapat dicapai seiring pengalaman keberhasilan di komoditas lain seperti beras. Selain itu, penguatan sektor persusuan juga dinilai krusial dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. [in]