Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kementan Genjot Produksi Daging Lewat Sapi Raksasa Belgian Blue

Kementan Genjot Produksi Daging Lewat Sapi Raksasa Belgian Blue

Jum`at, 03 April 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementan Genjot Produksi Daging Lewat Sapi Raksasa Belgian Blue. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pertanian memperkuat strategi peningkatan produksi daging nasional lewat pengembangan sapi unggul berbasis teknologi genetika, termasuk program sapi Belgian Blue yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir.

Upaya ini ditegaskan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyoroti pentingnya pemanfaatan inovasi genetika untuk mendongkrak produksi tanpa ekspansi lahan besar-besaran.

Amran menyebut sapi Belgian Blue memiliki potensi besar dalam meningkatkan pasokan daging nasional karena karakteristiknya yang unggul dibanding sapi konvensional.

“Sapi Belgian Blue ini punya potensi luar biasa, bobotnya bisa mencapai hingga 2 ton,” ujarnya.

Program ini sendiri telah dimulai sejak 2017 melalui tahap uji coba dan dipercepat pada 2018. Pemerintah menilai pendekatan genetika menjadi solusi strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan protein hewani di dalam negeri, sekaligus meningkatkan produktivitas peternak.

Sementara itu, Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, mengatakan pihaknya terus meningkatkan produksi semen beku dari pejantan unggul guna mempercepat pengembangan populasi ternak berkualitas. 

“Kami memastikan ketersediaan semen beku dari pejantan unggul, termasuk Belgian Blue, agar bisa dimanfaatkan luas oleh peternak,” kata dia.

Menurutnya, dukungan teknologi inseminasi buatan memungkinkan peternak di berbagai daerah mengakses genetika unggul dengan lebih mudah. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan bobot ternak, efisiensi usaha, serta nilai jual yang lebih tinggi.

Kementerian Pertanian menegaskan, pengembangan Belgian Blue menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan inovasi berbasis teknologi, pemerintah optimistis produksi daging dalam negeri dapat terus meningkat dan menjaga stabilitas pasokan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI