DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti capaian produksi 1 juta unit kendaraan roda dua dan roda tiga oleh PT TVS Motor Company Indonesia sebagai sinyal penguatan industri otomotif nasional. Pemerintah menilai pencapaian ini turut mendorong ekspor serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor manufaktur masih menjadi penopang utama ekonomi nasional.
“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” kata Agus , Jumat (20/2/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 dengan porsi 19,07%. Dari sisi pertumbuhan, sektor ini naik dari 4,64% pada 2023, menjadi 4,43% pada 2024, lalu meningkat ke 5,30% pada 2025.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta menyebut kinerja industri otomotif, khususnya roda dua, berkontribusi signifikan terhadap capaian tersebut.
“Pada tahun 2025, pasar domestik kendaraan roda dua mencatatkan penjualan lebih dari 6,4 juta unit dan ekspor sekitar 540 ribu unit CBU dengan nilai mencapai Rp 10,5 triliun,” ujarnya.
TVS yang beroperasi di Karawang sejak 2007 telah merealisasikan investasi sekitar USD 250 juta atau Rp 4,12 triliun. Hingga awal 2026, perusahaan ini telah memproduksi lebih dari 1 juta unit untuk pasar domestik dan ekspor, serta mulai memproduksi kendaraan listrik roda dua dan roda tiga berikut lini battery pack.
“Momentum ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk memperkuat kehadiran dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kendaraan listrik produksi dalam negeri,” tutup Setia. [in]