Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / IKM Binaan Kemenperin Kantongi Rp338 Juta dari Inacraft, Langsung Panen Order!

IKM Binaan Kemenperin Kantongi Rp338 Juta dari Inacraft, Langsung Panen Order!

Senin, 16 Februari 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementerian Perindustrian mencatat transaksi ratusan juta rupiah dari partisipasi industri kecil dan menengah (IKM) binaannya di ajang Inacraft 2026. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat transaksi ratusan juta rupiah dari partisipasi industri kecil dan menengah (IKM) binaannya di ajang Inacraft 2026. Total penjualan delapan IKM yang difasilitasi pemerintah selama pameran mencapai Rp 338,16 juta. Capaian ini dinilai menjadi sinyal kuat tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan lokal sekaligus efektivitas pameran sebagai sarana ekspansi pasar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Inacraft menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing pelaku usaha kerajinan nasional. 

“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (16/2/2026).

Melalui fasilitasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, delapan IKM menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari aksesoris, perhiasan mutiara, tas berbahan serat alam dan kulit, fashion dan tenun, hingga kerajinan berbasis limbah kayu. Pemerintah menilai keberagaman produk tersebut mencerminkan kekuatan budaya sekaligus inovasi desain yang mampu bersaing di pasar global.

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyebut kinerja ekspor kerajinan juga terus menguat. Pada triwulan III 2025, nilai ekspor kerajinan mencapai US$ 305,54 juta, melonjak dibanding triwulan sebelumnya. Pemerintah berharap tren positif ini berlanjut melalui penguatan promosi, pendampingan sertifikasi, serta kesiapan ekspor agar IKM bisa naik kelas dan memperluas pasar internasional. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI