Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Emas Mahal Bikin Resah? Ini Jurus Pemerintah Selamatkan Industri Perhiasan

Emas Mahal Bikin Resah? Ini Jurus Pemerintah Selamatkan Industri Perhiasan

Minggu, 15 Februari 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Ilustrasi. Kenaikan harga emas dunia mendorong pemerintah mempercepat penataan ekosistem industri perhiasan nasional. [Foto: Alfi Nora/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kenaikan harga emas dunia mendorong pemerintah mempercepat penataan ekosistem industri perhiasan nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai lonjakan harga bahan baku bukan semata tekanan, melainkan peluang untuk memperkuat sistem perdagangan emas yang lebih terintegrasi melalui pengembangan bank bullion.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah ingin memastikan perputaran ekonomi emas tetap sehat di tengah gejolak harga global. 

“Kondisi ini justru menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional. Kami ingin sistemnya lebih transparan dan memberikan manfaat optimal bagi industri dan negara,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Pemerintah mencatat industri perhiasan merupakan sektor padat karya dengan nilai tambah tinggi. Saat ini terdapat ratusan pelaku industri dan puluhan ribu toko emas yang menopang rantai usaha dari hulu hingga hilir. Kenaikan harga emas memaksa pelaku usaha menyesuaikan strategi produksi, mulai dari desain yang lebih ringan hingga kadar emas yang lebih rendah agar tetap terjangkau konsumen.

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) menilai potensi pertumbuhan sektor ini masih besar jika didorong inovasi dan efisiensi. Integrasi transaksi emas ke dalam sistem bullion disebut dapat meningkatkan likuiditas, membuka akses pembiayaan, sekaligus memperkuat kepercayaan pasar. Pemerintah juga menyiapkan koordinasi lintas sektor untuk menjamin pasokan bahan baku dari sumber domestik.

Sinergi antara sektor pertambangan, pembiayaan, dan industri manufaktur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor. Pemerintah optimistis transformasi ekosistem emas nasional akan memperkuat daya saing perhiasan Indonesia di pasar global sekaligus menjaga serapan tenaga kerja di dalam negeri. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI