DIALEKSIS.COM | Jakarta - Industri furnitur nasional tetap menunjukkan kinerja stabil di tengah tantangan global dengan kontribusi 0,92 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Pemerintah terus memperkuat pembinaan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu bersaing di pasar lokal dan internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, berbagai program pendampingan dilakukan untuk mendorong IKM furnitur berkembang dan menembus pasar ekspor.
Salah satu kisah sukses datang dari CV Kayu Manis, IKM asal Bantul, Yogyakarta, yang mengekspor enam kontainer furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion pada awal Februari 2026.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyebut keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi pelaku IKM lain. Berdasarkan data Trademap, nilai ekspor furnitur Indonesia pada 2024 mencapai USD 1,91 miliar, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan utama.
Namun, dinamika kebijakan tarif global mendorong pemerintah memperluas pasar ekspor ke kawasan nontradisional seperti Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, India, dan Jepang.
CV Kayu Manis yang berdiri sejak 2001 kini memiliki kapasitas produksi 120 kontainer per tahun. Perusahaan ini merupakan binaan Ditjen IKMA dan pernah mendapat fasilitasi program restrukturisasi mesin serta partisipasi pameran IFEX Virtual Showroom. Inovasi produk knockdown furniture menjadi salah satu kunci keberhasilan ekspornya. [in]