DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperluas strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) industri melalui kerja sama internasional.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Markija Berdaya Bersama, perusahaan yang bermitra dengan pengembang asesmen talenta asal Hungaria, guna menerapkan pemetaan kompetensi berbasis data bagi peserta didik vokasi industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, kolaborasi lintas negara menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan global.
“Kebijakan industri yang kuat perlu didukung oleh jejaring kerja sama internasional yang efektif agar potensi industri dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Melalui kerja sama ini, BPSDMI akan memanfaatkan tools Practiwork yang dikembangkan di Hungaria untuk melakukan asesmen minat, bakat, serta kompetensi peserta didik. Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, pendekatan berbasis data diperlukan agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya terserap industri, tetapi juga memiliki perencanaan karier yang terarah.
“Keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya bergantung pada kedekatan dengan industri, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik peserta didik,” kata Doddy.
Uji coba pemetaan telah dilakukan terhadap masing-masing 50 peserta didik di empat unit pendidikan Kemenperin, yakni Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, dan SMK-SMAK Bogor. Hasil asesmen memberikan rekomendasi jabatan yang sesuai dengan profil individu, sekaligus menjadi rujukan pengembangan kompetensi lanjutan.
Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama Csongor Hunyar menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah membangun ekosistem pengembangan talenta industri yang lebih terstruktur di Indonesia. Sementara itu, CEO Hungarian Practiwork Akos Zsuffa menilai asesmen objektif menjadi kunci menciptakan tenaga kerja kompetitif.
“Jika Indonesia ingin menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, maka perubahan ke arah asesmen yang objektif dan berbasis data sangat diperlukan,” ujarnya. [red]