Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Indonesia Jadi Partner Country INNOPROM 2026, Bidik Ekspansi Industri ke Eurasia

Indonesia Jadi Partner Country INNOPROM 2026, Bidik Ekspansi Industri ke Eurasia

Minggu, 25 Januari 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, partisipasi Indonesia di ajang INNOPROM 2026 tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan menjadi bagian dari strategi diplomasi industri jangka panjang. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Indonesia resmi ditetapkan sebagai Partner Country pada pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang akan digelar di Yekaterinburg, Rusia, pada 6-9 Juli 2026. Penunjukan ini membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas pengaruh industrinya di pasar Rusia dan kawasan Eurasia, sekaligus memperkuat posisi sebagai negara manufaktur berbasis nilai tambah.

INNOPROM dikenal sebagai salah satu pameran industri terbesar di kawasan Asia Tengah dan Eurasia, dengan melibatkan hampir 1.000 peserta pameran dari berbagai negara dan menampilkan inovasi di sektor manufaktur, teknologi, energi, hingga digitalisasi industri. Status Partner Country memberi Indonesia ruang lebih luas untuk mempromosikan kapabilitas industri nasional, peluang investasi, serta skema kemitraan strategis lintas negara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, partisipasi Indonesia tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan menjadi bagian dari strategi diplomasi industri jangka panjang. 

“Indonesia ingin tampil sebagai mitra strategis yang kompetitif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi global,” ujar Agus dalam pernyataan resmi yang diterima pada Minggu (25/1/2026).

Selama ini, kerja sama industri Indonesia dan Rusia telah mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pupuk, farmasi, alat kesehatan, galangan kapal, metalurgi, hingga pengembangan industri halal. Pemerintah juga tengah mendorong finalisasi sejumlah nota kesepahaman baru yang menitikberatkan pada transfer teknologi dan peningkatan nilai tambah industri.

Melalui INNOPROM 2026, Indonesia menargetkan perluasan akses pasar nontradisional serta penguatan ekosistem industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Pemerintah berharap ajang ini dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan investasi, pengembangan teknologi, dan kolaborasi industri berkelanjutan di tingkat internasional. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI