Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Industri Manufaktur NasionaI Optimis Tumbuh 5,51% pada 2026, Investasi Tembus Rp852 Triliun

Industri Manufaktur NasionaI Optimis Tumbuh 5,51% pada 2026, Investasi Tembus Rp852 Triliun

Senin, 19 Januari 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, fondasi industri manufaktur nasional masih kuat meski dibayangi ketidakpastian global. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Di tengah tekanan ekonomi global yang belum reda, pemerintah menegaskan industri manufaktur nasional tetap melaju kencang. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis sektor ini mampu tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2026 dan terus menjadi mesin utama ekonomi Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, fondasi industri manufaktur nasional masih kuat meski dibayangi ketidakpastian global.

“Industri manufaktur tetap tumbuh di atas 5 persen dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” kata Agus, Senin (19/1/2026).

Kemenperin menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas pada 2026 mencapai 5,51 persen. Target tersebut diperkuat dengan mulai beroperasinya ribuan kapasitas produksi baru.

Per 15 Januari 2026, sebanyak 1.236 perusahaan industri yang rampung dibangun pada 2025 dijadwalkan mulai produksi tahun ini. Aktivitas tersebut diproyeksikan menyerap 218.892 tenaga kerja baru.

Dari sisi investasi, sektor industri pengolahan nonmigas dipatok tembus Rp 852,90 triliun pada 2026. Sementara investasi dari proyek industri yang mulai beroperasi mencapai Rp 551,88 triliun, mayoritas digunakan untuk mesin dan fasilitas produksi.

Pemerintah menilai pasar domestik masih menjadi tulang punggung pertumbuhan manufaktur dengan kontribusi sekitar 80 persen. Untuk itu, Kemenperin mendorong pengendalian impor barang jadi, penguatan TKDN, serta optimalisasi belanja pemerintah dan BUMN untuk produk dalam negeri.

“Kami pastikan produk industri nasional jadi tuan rumah di pasar domestik,” tegas Agus.

Sejumlah sektor diprediksi menjadi penopang utama, antara lain industri logam dasar yang ditopang proyek infrastruktur dan hilirisasi, industri makanan dan minuman sebagai penyumbang terbesar PDB manufaktur, serta industri kimia dan farmasi yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan kesehatan dan industri.

Dari sisi ekspor, kontribusi produk industri pengolahan nonmigas ditargetkan mencapai 74,85 persen dari total ekspor nasional pada 2026.

Untuk menghadapi tantangan global, Kemenperin juga menyiapkan Strategi Baru Industri Nasional (SBIN) yang menekankan penguatan industri hulu dan hilir, transformasi industri 4.0, serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Dengan kombinasi investasi jumbo, pasar domestik yang kuat, dan strategi industri baru, pemerintah yakin industri manufaktur nasional tetap gaspol pada 2026. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI