Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Tiga Event Aceh Masuk KEN 2026, Dorong Pariwisata dan Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Tiga Event Aceh Masuk KEN 2026, Dorong Pariwisata dan Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Minggu, 25 Januari 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Dedy Yuswadi menyampaikan penyelenggaraan event budaya dan wisata yang masuk dalam KEN 2026 justru diposisikan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana. [Foto: Disbudpar Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tiga agenda budaya dan wisata Aceh resmi terpilih masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang menghadirkan 125 event terkurasi dari 38 provinsi di Indonesia.

Tiga event Aceh yang masuk dalam KEN 2026 tersebut yakni Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, dan Banda Aceh Colossal Coffee Experience. Salah satu di antaranya bahkan tercatat berada di jajaran Top 10 event nasional.

Peluncuran KEN 2026 sendiri dilakukan secara resmi oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta, Jumat (23/1/2026). Menurut Widiyanti, Karisma Event Nusantara merupakan instrumen strategis untuk memperkuat event daerah sebagai daya tarik utama pariwisata nasional, sekaligus mendorong pemerataan dampak ekonomi di berbagai wilayah.

“Melalui Karisma Event Nusantara 2026, event daerah kami dorong tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal,” ujar Widiyanti.

Ia menegaskan, KEN 2026 menampilkan rangkaian event unggulan yang mencerminkan kekayaan budaya, seni, kuliner, musik, dan karnaval, serta diarahkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event dan memperkuat identitas destinasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Dedy Yuswadi menyambut capaian tersebut dengan penuh apresiasi, namun tetap menempatkannya dalam perspektif empati. Ia mengingatkan bahwa Aceh saat ini juga tengah menghadapi bencana yang berdampak pada sebagian masyarakat.

“Masuknya tiga event Aceh dalam Karisma Event Nusantara 2026 merupakan pengakuan atas kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh. Namun capaian ini tidak menghilangkan rasa empati kami, karena Aceh saat ini juga tengah menghadapi bencana,” ujar Dedy melansir serambinews pada Minggu (25/1/2026).

Menurut Dedy, penyelenggaraan event budaya dan wisata justru diposisikan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana.

“Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan komunitas lokal, sekaligus sarana memperkuat solidaritas dan optimisme untuk bangkit bersama,” kata dia.

Dedy menambahkan, dalam pelaksanaannya Disbudpar Aceh berkomitmen memastikan setiap event diselenggarakan dengan memperhatikan sensitivitas sosial, prinsip kolaborasi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai informasi, event-event yang tergabung dalam KEN 2026 telah melalui proses kurasi ketat dengan sejumlah indikator, meliputi ide dan inovasi, strategi pemasaran dan komunikasi, manajemen kegiatan, pengelolaan keuangan, hingga analisis dampak ekonomi dan sosial.

Melalui KEN 2026, Kementerian Pariwisata berharap event daerah, termasuk di Aceh, semakin siap menjadi magnet kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, memperkuat citra destinasi, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI