DIALEKSIS.COM | Meureudu - Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berdampak pemulihan bencana di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mendapat sambutan hangat dari aparatur gampong dan masyarakat setempat.
Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. Penyambutan mahasiswa berlangsung penuh keakraban.
Keuchik Gampong Geunteng, Usman, secara langsung menyampaikan apresiasi dan rasa bahagianya atas kepercayaan USK yang menjadikan gampong tersebut sebagai lokasi pengabdian.
Menurut Usman, keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga semangat dan harapan bagi warga yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
“Kami sangat berbahagia dan menyambut dengan terbuka kehadiran adik-adik mahasiswa di Gampong Geunteng. Kehadiran mereka tentu sangat membantu masyarakat kami, terutama dalam kondisi pascabencana seperti sekarang,” ujar Usman.
Ia menambahkan, masyarakat Gampong Geunteng siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa selama pengabdian berlangsung.
Namun demikian, Usman juga berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga norma dan etika selama berada di gampong, menghormati adat istiadat setempat, serta mematuhi aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat, menjaga sikap dan perilaku, serta menjauhi hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Fachrizal Ambia, S.Pd., M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP USK, secara simbolis menyerahkan dan menitipkan para mahasiswa kepada Pemerintah Gampong Geunteng.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen USK dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami mengantarkan sekaligus menitipkan adik-adik mahasiswa kepada Bapak Keuchik dan seluruh masyarakat Gampong Geunteng. Kami berharap mereka dapat dibimbing dan diarahkan selama kegiatan berlangsung, sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberi manfaat dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Fachrizal.
Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat ini akan berlangsung selama 20 hari dengan mengusung tema “Penerapan Kompor Tekanan Tinggi Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Larutan Pembersih Kerak Hemat Air sebagai Solusi Energi dan Efisiensi Produksi Usaha Masyarakat Terdampak Bencana.”
Tema tersebut dipilih sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan teknologi tepat guna yang murah, ramah lingkungan, dan dapat langsung diaplikasikan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Program ini melibatkan 50 mahasiswa lintas fakultas di lingkungan Universitas Syiah Kuala yang berada di bawah naungan UKM Taekwondo USK.
Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga didukung oleh tim dosen lintas fakultas yang memiliki keahlian di bidang masing-masing. Tim tersebut terdiri dari Dr. drh. Hamny, M.Si., drh. Daniel, M.Si., drh. Lailia Dwi Kusuma Wardhani, M.Si., dan Dr. Frengki, S.Farm., Apt., M.Farm. dari Fakultas Kedokteran Hewan, serta Ir. Muhammad Resthu, S.Pt., M.Si., IPM dari Fakultas Pertanian.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan teknologi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi usaha masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana.
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif, misalnya, dinilai mampu menekan biaya energi sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Di satu sisi, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat dan memahami persoalan riil di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat memperoleh solusi praktis dan inovatif yang dapat menunjang pemulihan ekonomi serta kemandirian gampong pascabencana. [*]