DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengusaha kuliner sekaligus relawan Garda Muda Pemenangan Mualem-Dek Fadh, Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah, menyampaikan apresiasi tinggi atas totalitas Direktur Utama Bank Aceh Syariah (BAS) Fadhil Ilyas bersama seluruh jajaran manajemen dan karyawan dalam memulihkan layanan perbankan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Menurut Nasruddin, langkah cepat dan kesigapan pimpinan Bank Aceh Syariah patut diapresiasi karena tetap mengedepankan kepentingan masyarakat di tengah situasi darurat.
“Saya melihat langsung bagaimana Pak Fadhil Ilyas bersama timnya bekerja sangat all out. Di tengah kondisi bencana, mereka tidak hanya fokus pada pemulihan sistem layanan perbankan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan keuangan,” ujar Nasruddin kepada Dialeksis, Jumat (2/1/2026).
Ia menilai, upaya pemulihan sistem layanan Bank Aceh Syariah dilakukan secara profesional dan terkoordinasi, sehingga gangguan layanan dapat diminimalkan meski sejumlah kantor dan infrastruktur terdampak banjir dan longsor.
“Ini bukan pekerjaan mudah. Sistem perbankan itu sangat kompleks, tapi Bank Aceh Syariah mampu membuktikan komitmennya dengan memastikan layanan tetap berjalan. Ini menunjukkan kesiapan manajemen dan soliditas tim di lapangan,” tambahnya.
Selain memastikan operasional perbankan kembali normal, Nasruddin juga mengapresiasi langkah kemanusiaan yang dilakukan Bank Aceh Syariah dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban bencana serta memberikan perhatian khusus kepada karyawan BAS yang terdampak.
“Yang lebih membanggakan, Bank Aceh Syariah tidak menutup mata terhadap sisi kemanusiaan. Mereka hadir memberikan bantuan darurat kepada masyarakat korban bencana dan juga memastikan keselamatan serta kebutuhan karyawan yang terdampak. Ini bentuk kepemimpinan yang berempati,” katanya.
Sebagai mantan tahanan politik dan narapidana konflik Aceh, Nasruddin mengaku sangat menghargai institusi daerah yang menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat.
“Bank Aceh Syariah ini milik rakyat Aceh. Ketika diuji oleh bencana, mereka hadir bersama rakyat. Sikap seperti inilah yang membuat kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.
Ia berharap, semangat kerja dan kepedulian sosial yang ditunjukkan Direktur Utama Bank Aceh Syariah beserta jajarannya dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi institusi lain di Aceh.
“Saya berharap ke depan Bank Aceh Syariah semakin kuat, semakin profesional, dan terus hadir untuk rakyat Aceh, bukan hanya dalam kondisi normal, tetapi juga saat masa-masa sulit,” pungkas Nasruddin. [arn]