Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / 96 Karya Seniman Aceh Dipamerkan, Galang Dana untuk Sekolah dan Korban Banjir

96 Karya Seniman Aceh Dipamerkan, Galang Dana untuk Sekolah dan Korban Banjir

Kamis, 12 Februari 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Pengunjung memotret karya Seniman Aceh yang dipamerkan dalam ajang seni bertajuk Geliat Kolaborasi Perupa Aceh: Berkarya & Beramal, Solidaritas untuk Korban Banjir Bandang Aceh di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, 10-12 Februari 2026. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sebanyak 96 karya seniman Aceh dipamerkan dalam ajang seni bertajuk Geliat Kolaborasi Perupa Aceh: Berkarya & Beramal, Solidaritas untuk Korban Banjir Bandang Aceh” yang berlangsung di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, selama tiga hari, 10-12 Februari 2026.

Pameran ini tak hanya menjadi ruang apresiasi karya seni rupa, tetapi juga wadah aksi kemanusiaan. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pameran, diskusi, workshop, hingga lelang dan bazar digelar untuk menghimpun dana bagi pembangunan sekolah serta membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang di Aceh.

Panitia pameran, Shahira, kepada dialeksis.com mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian para seniman terhadap kondisi masyarakat pascabencana.

“Hari pertama ada karya yang langsung dilelang saat pembukaan, dan penutupan juga ditutup dengan lelang. Hasil donasi akan dibagikan untuk pembangunan sekolah dan korban banjir,” ujar Shahira kepada media dialeksis.com, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, para perupa ingin menjadikan seni lebih dari sekadar ekspresi visual, melainkan juga sebagai bentuk aksi sosial yang nyata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa seniman tidak hanya berkarya untuk ruang galeri, tetapi juga hadir untuk masyarakat. Ini bentuk solidaritas nyata,” tambahnya.

Pameran kolaboratif ini menghadirkan lima pelukis Aceh dengan karakter karya yang beragam, yakni Dr. Ahmad Garli, Sp.KK, FINSDV, FAADV; Ismawan, S.Sn., M.Sn; Yusra Mayawati, S.Pd., M.Ed; Nur Bayyinah Fathin; dan Zul MS, S.Sn.

Nama Dr. Ahmad Garli turut menjadi perhatian. Selain dikenal sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin yang aktif di dunia medis, ia juga merupakan perupa senior yang konsisten mengikuti berbagai pameran seni rupa, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pada 2023 lalu, ia bahkan menggelar pameran tunggal di Banda Aceh.

Shahira menyebut kehadiran para perupa lintas latar belakang profesi ini memperkuat pesan bahwa solidaritas bisa tumbuh dari mana saja.

“Beliau itu luar biasa. Di usia yang tidak muda lagi, dengan aktivitas medis yang padat, tapi semangat berkaryanya melebihi pelukis muda. Itu yang menginspirasi,” katanya.

Selama pelaksanaan pameran, pengunjung dari berbagai kalangan datang untuk melihat karya sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan lelang. Tema berkarya dan beramal menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian acara.

Salah satu pengunjung, Akram, mengaku terkesan dengan konsep pameran yang memadukan seni dan kepedulian sosial.

“Menurut saya ini keren sekali. Kita datang menikmati seni, tapi sekaligus bisa ikut membantu korban banjir. Jadi bukan cuma lihat-lihat lukisan, tapi ada nilai kemanusiaannya,” ujar Akram.

Ia juga menilai karya-karya yang dipamerkan memiliki kekuatan pesan yang dalam, terutama dalam menggambarkan suasana alam dan kehidupan masyarakat Aceh.

“Beberapa lukisan menggambarkan alam dan suasana yang terasa dekat dengan kehidupan kita di Aceh. Jadi emosinya sampai,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI