Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Perang Sudan Kian Brutal: Masjid Jadi Sasaran, Anak-Anak Jadi Korban

Perang Sudan Kian Brutal: Masjid Jadi Sasaran, Anak-Anak Jadi Korban

Kamis, 12 Februari 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Orang-orang yang terluka akibat serangan pesawat tak berawak duduk di El Obeid, Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan, pada 12 Januari 2026 [Foto: El Tayeb Siddig/Reuters]


DIALEKSIS.COM | Sudan - Serangan pesawat tak berawak di sebuah masjid menewaskan dua anak dan melukai 13 lainnya di wilayah Kordofan, Sudan tengah, pada Rabu (11/2/2026) dini hari, menurut sebuah kelompok dokter setempat, seiring berlanjutnya perang saudara di negara tersebut.

Jaringan Dokter Sudan, yang memantau konflik tersebut, mengatakan bahwa Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter, yang memerangi tentara, melakukan serangan di kota al-Rahad di Kordofan Utara.

Juru bicara jaringan tersebut, Mohamed Elsheikh, mengatakan kepada Associated Press bahwa anak-anak tersebut sedang mengikuti pelajaran Al-Quran pada subuh hari.

Menargetkan anak-anak di dalam masjid "merupakan peningkatan berbahaya dalam pola pelanggaran berulang terhadap warga sipil," tambah jaringan tersebut.

Tidak ada komentar langsung dari RSF.

Perang antara RSF dan militer dimulai pada tahun 2023, ketika ketegangan meletus antara kedua mantan sekutu yang seharusnya mengawasi transisi demokrasi setelah pemberontakan tahun 2019. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pertempuran tersebut telah menewaskan sedikitnya 40.000 orang dan menyebabkan 12 juta orang mengungsi.

Kelompok-kelompok bantuan mengatakan jumlah korban tewas sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, karena pertempuran di wilayah yang luas dan terpencil menghambat akses.

Jaringan Dokter Sudan menyebut serangan terhadap tempat ibadah sebagai bagian dari "pola sistematis" yang merusak kesucian situs-situs keagamaan.

Lebih dari 15 masjid telah rusak, terbakar, atau dibom sebagian atau seluruhnya, dan lebih dari 165 gereja telah hancur atau ditutup selama perang, menurut angka yang dilaporkan tahun lalu.

Serangan pesawat tak berawak telah menjadi hal yang umum.

Pada hari Sabtu, serangan pesawat tak berawak oleh RSF menghantam sebuah kendaraan yang membawa keluarga pengungsi di Sudan tengah, menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk delapan anak, menurut Jaringan Dokter Sudan.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan wilayah Kordofan tetap "bergejolak dan menjadi fokus permusuhan" karena pihak-pihak yang bertikai bersaing untuk menguasai wilayah-wilayah strategis. [AP]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI