Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Illiza Sa’aduddin Djamal Disebut Masuk Bursa Ketua Demokrat Aceh, Tunggu Sinyal DPP

Illiza Sa’aduddin Djamal Disebut Masuk Bursa Ketua Demokrat Aceh, Tunggu Sinyal DPP

Selasa, 03 Februari 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal berpose bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Teuku Riefky Harsya, mantan Sekjen Demokrat yang kini menjabat Menteri Ekonomi Kreatif. Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Nama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mulai diperbincangkan dalam dinamika internal Partai Demokrat Aceh

Ia disebut-sebut masuk dalam bursa calon pimpinan partai berlambang mercy tersebut di tingkat provinsi. Meski belum ada pernyataan resmi dari struktur partai, sejumlah sumber menyebut peluang itu terbuka apabila ada dukungan penuh dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Isu ini menguat seiring kedekatan komunikasi Illiza dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Teuku Riefky Harsya, mantan Sekjen Demokrat yang kini menjabat Menteri Ekonomi Kreatif. 

Pertemuan-pertemuan di level elite partai dinilai menjadi salah satu indikator bahwa nama Illiza diperhitungkan dalam peta kepemimpinan Demokrat Aceh ke depan.

Seorang sumber sebagai orang dekat Illiza kepada media dialeksis.com, Selasa, 3 Februari 2026, menyampaikan bahwa Wali Kota Banda Aceh itu tidak akan melakukan manuver politik secara terbuka bila belum ada kejelasan arah dukungan dari DPP.

“Beliau tidak akan bergerak kalau belum ada formasi dan dukungan yang bulat dari DPP. Tapi kalau memang diminta mengemban amanah, tentu beliau siap,” ujar sumber tersebut.

Dalam percakapan internal yang beredar, sikap Illiza tergambar cenderung berhati-hati. Ia disebut tidak ingin masuk terlalu jauh dalam kompetisi internal Demokrat Aceh tanpa sinyal jelas dari pusat. Ia menyebutkan bahwa Illiza lebih memilih menghormati proses internal partai.

“Kalau kita diminta bantu oleh DPP, itu mungkin jadi pertimbangan. Tapi kalau harus bersaing langsung dengan kader-kader internal di bawah, kita tetap menghargai mereka. Tidak bagus juga kalau kita masuk tanpa kejelasan arah dari pusat,” ujarnya.

Sikap itu dinilai sebagai upaya menjaga etika politik sekaligus menghindari konflik horizontal di tubuh Demokrat Aceh, yang saat ini juga diramaikan sejumlah nama internal partai.

Di sisi lain, dinamika menjelang penentuan kepemimpinan Demokrat Aceh disebut cukup kompleks. Sejumlah figur internal dikabarkan memiliki ambisi yang sama, dan komunikasi dengan elite pusat pun terus berlangsung.

Sumber yang sama menyebut pentingnya kepastian sikap DPP agar tidak terjadi manuver-manuver yang justru memecah konsolidasi partai di daerah.

“Yang penting itu kejelasan dari DPP. Kalau sudah jelas arah dukungannya, semua bisa menyesuaikan. Jangan sampai ada gerakan yang justru bikin situasi tidak sehat di internal,” ujarnya lagi.

Ia juga menekankan bahwa Illiza tidak ingin terlibat dalam tarik-menarik kepentingan di tingkat daerah tanpa mandat politik yang tegas.

Saat dikonfirmasi terpisah oleh media, Illiza Sa’aduddin Djamal tidak membantah maupun membenarkan kabar tersebut secara gamblang. Ia memilih memberikan jawaban singkat dan diplomatis.

“Doakan yang terbaik ya, Pak,” ujar Illiza.

Jika benar masuk dalam bursa, Illiza akan menjadi figur dengan latar belakang kepala daerah yang cukup menonjol di Aceh. Karier politiknya terbilang panjang, mulai dari legislatif hingga eksekutif, serta dikenal memiliki jejaring nasional yang luas.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI