DIALEKSIS.COM | Aceh - Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim, ST, MM, menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Mirza Tabrani yang terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk masa bakti 2026-2031.
Selain memberi selamat, HT Ibrahim menegaskan komitmen politik dan teknisnya untuk mendukung program-program strategis kampus melalui jalur pemerintahan pusat dan jejaring kerja yang dimilikinya.
Penetapan Prof. Mirza dilakukan melalui Rapat Senat USK, Senin (2/2/2026). Dalam rekapitulasi suara, Mirza meraih 13 suara, sementara Prof. Dr. Ir. Agussabti memperoleh 5 suara dan Prof. Dr. Ir. Marwan mendapatkan 1 suara.
“Saya mengucapkan selamat kepada Prof. Mirza Tabrani atas amanah yang diterima. Sebagai wakil rakyat dari Aceh, saya siap menjadi jembatan agar program-program prioritas USK mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat,” ujar HT Ibrahim melalui keterangan kepada Dialeksis, Senin (2/2/2026).
HT Ibrahim merinci sejumlah bentuk dukungan yang akan diupayakan: percepatan akses pendanaan penelitian, fasilitasi hibah internasional, pembukaan jalur kemitraan antarlembaga, serta dorongan alokasi anggaran untuk penguatan infrastruktur laboratorium dan perpustakaan.
Ia juga menyebutkan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan pengembangan program vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja sebagai prioritas yang dapat difasilitasi melalui jaringan kementerian dan lembaga terkait.
Politikus Demokrat itu menambahkan kesiapan untuk berkoordinasi secara intensif dengan pimpinan USK. “Saya membuka komunikasi penuh dan siap berdiskusi kapan pun diperlukan bahkan 24 jam bila Prof. Mirza meminta bantuan untuk merancang langkah strategis jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.
HT Ibrahim memandang kepemimpinan baru sebagai momentum untuk memperbaiki kelemahan yang masih ada, antara lain peningkatan mutu akreditasi, akselerasi transformasi digital kampus, serta peningkatan kapasitas dosen dan relevansi riset. Menurut dia, sinergi antara universitas, pemerintah, dan dunia usaha (triple-helix) menjadi kunci agar hasil riset bisa langsung berdampak pada pembangunan daerah dan nasional.
Pernyataan itu datang di tengah harapan publik akademik Aceh agar rektor terpilih segera menempatkan isu mutu akademik dan tata kelola sebagai prioritas. HT Ibrahim mengajak seluruh pemangku kepentingan dari civitas akademika hingga legislatif daerah untuk bersinergi mengawal program kerja rektor baru demi menjadikan USK lebih unggul dan berdaya saing.
Sebagai penutup, HT Ibrahim menegaskan bahwa dukungan yang ia tawarkan bersifat pragmatis dan berorientasi hasil.
“Dukungan saya bukan sekadar ucapan; saya siap membuka akses, mempertemukan pihak terkait, dan membantu memastikan program yang dirancang dapat diimplementasikan secara nyata demi kemajuan kampus tercinta ini,” tuturnya. [arn]