Rabu, 24 Juni 2026
Beranda / Pemerintahan / Wakapolda Aceh dan Plt Kadistanbun Tanam Jagung di Pidie, Perkuat Ketahanan Pangan

Wakapolda Aceh dan Plt Kadistanbun Tanam Jagung di Pidie, Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kegiatan penanaman jagung bersama yang digelar di Desa Blang Leuen, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). [Foto: Instagram @distanbun_acehprov]


DIALEKSIS.COM | Sigli - Upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah proses pemulihan pascabencana terus dilakukan di Aceh. Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung bersama yang digelar di Desa Blang Leuen, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026).

Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Marzuki yang diwakili Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo hadir bersama Gubernur Aceh yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh Dr Ir Azanuddin Kurnia SP MP IPU ASEAN Eng dalam kegiatan tersebut. Program penanaman jagung ini merupakan inisiatif Komunitas Petani Muda Aceh.

Turut hadir Ketua Petani Muda Aceh Khaisar, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Aceh Firdaus SP MSi, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana SIK MIK, unsur Forkopimda Pidie, pejabat utama Polda Aceh, Bhayangkari Polda Aceh, Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Hasballah SP MM, perwakilan Bulog dan PLN Pidie, Geuchik Blang Lueun serta masyarakat setempat.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, Ari Wahyu Widodo menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk hingga ancaman krisis pangan.

Menurutnya, kemampuan suatu bangsa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional.

“Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Ari.

Sementara itu, Plt Kadistanbun Aceh Azanuddin Kurnia mengatakan Pemerintah Aceh terus berupaya memulihkan kondisi daerah pascabencana dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Ia menjelaskan, bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu mengakibatkan sekitar 57.364 hektare lahan persawahan terdampak. Rinciannya, 27.437 hektare masuk kategori rusak ringan, 13.651 hektare rusak sedang dan 16.276 hektare rusak berat.

Saat ini pemerintah sedang melakukan pemulihan terhadap sekitar 27.071 hektare lahan rusak ringan dan 4.393 hektare lahan rusak sedang pada tahap pertama. Selanjutnya, sekitar 9.524 hektare lahan akan ditangani pada tahap kedua setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pertanian.

“Baru saja beberapa hari ini mendapat persetujuan berkat kerja keras Pak Gubernur dan semua komponen, tentunya juga dengan doa-doa dari masyarakat khususnya para petani kita,” kata Azanuddin.

Ia menegaskan Pemerintah Aceh akan terus bergerak cepat sesuai kewenangan yang dimiliki, termasuk untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Pidie.

Foto: dok. Distanbun Aceh

Azanuddin juga menyambut baik inisiatif Komunitas Petani Muda Aceh yang menggelar penanaman jagung bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mendukung peningkatan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Februari 2026, luas panen jagung Aceh sepanjang 2025 tercatat sekitar 9,47 ribu hektare dengan produksi mencapai 46,74 ribu ton.

Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 11,50 ribu hektare dengan produksi 52,25 ribu ton. Luas panen turun sekitar 17,60 persen, sedangkan produksi berkurang 10,54 persen.

“Penurunan ini salah satunya diakibatkan oleh bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu,” ujarnya.

Karena itu, Azanuddin berharap kegiatan penanaman jagung di Pidie dapat berkontribusi terhadap peningkatan luas tanam dan luas panen jagung di Aceh. Ia juga mengimbau agar seluruh aktivitas penanaman dilaporkan kepada penyuluh pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie serta BPS setempat agar dapat tercatat secara resmi.

Usai seremoni, Wakapolda Aceh bersama Plt Kadistanbun Aceh dan sejumlah pejabat menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat.

Rombongan juga meninjau berbagai hasil produksi petani setempat, seperti bawang merah, emping melinjo, garam serta berbagai komoditas pertanian dan hortikultura lainnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes