DIALEKSIS.COM | Bireuen - Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, mengapresiasi langkah para petani yang memulai penanaman perdana padi gogo di Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/4/2026).
Penanaman ini dilakukan di lahan sawah yang sebelumnya terdampak bencana dengan kategori rusak sedang dan telah melalui proses rehabilitasi, sehingga kini kembali produktif melalui budidaya padi gogo.
Dalam sambutannya, Azanuddin menyebutkan keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi dan pendampingan intensif yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Bireuen bersama penyuluh serta berbagai stakeholder terkait.
“Ini menunjukkan semangat juang yang tinggi dari para petani untuk bangkit dari keterpurukan,” ujar Azan.
Ia juga memaparkan bahwa pasca bencana, total lahan terdampak di Aceh mencapai 27.689 hektare kategori rusak ringan yang saat ini dalam proses pemulihan melalui optimasi lahan sekitar 27.071 hektare. Sementara itu, untuk kategori rusak sedang mencapai 13.405 hektare, dengan 4.393 hektare dalam tahap rehabilitasi dan 7.850 hektare sedang diupayakan penanganannya oleh Kementerian Pertanian.
Adapun lahan dengan kategori rusak berat seluas 16.283 hektare hingga kini masih belum tertangani.
“Atas arahan Bapak Gubernur, kami terus berupaya, salah satunya melalui komunikasi intens dengan Kementerian Pertanian dan dinas kabupaten/kota agar seluruh kegiatan dapat segera dilaksanakan. Kami mohon dukungan semua pihak,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Pulo Siron.
“Kehadiran program ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi menjadi harapan baru bagi masyarakat. Kami berharap produktivitas lahan kembali normal dan ekonomi warga segera pulih,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, Dr. Dede Sulaeman, ST, MT, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendampingi petani di wilayah terdampak agar tidak kehilangan masa tanam.
“Kami mendorong percepatan rehabilitasi agar produksi pangan nasional tetap terjaga. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten menjadi kunci kebangkitan ekonomi petani,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Swasembada Pangan Aceh Dr. drh. Agus Susanto, SP, M.Si, Kepala BBRMP Aceh Firdaus, SP, M.Si, Kadis Pertanian Bireuen Mulyadi, SE, M.Si, Camat Kuta Blang Erizal, STP, Geuchik Pulo Siron, serta para petani yang antusias mengikuti penanaman perdana.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para petani yang selama ini tidak dapat memanfaatkan lahan mereka akibat dampak bencana. Kini, harapan untuk bangkit kembali mulai tumbuh dari sawah yang telah direhabilitasi.