DIALEKSIS.COM | Aceh - Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Humam Hamid yang dinilai menyesatkan publik terkait Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).
“Humam sedang memainkan politik Kuda Troya, membohongi publik,” tegas Nurlis saat menjawab pertanyaan wartawan di Banda Aceh, Rabu malam (15/4/2026), menanggapi video Humam yang beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Humam menuding Gubernur Aceh tidak sepenuhnya mengendalikan (in charge) serta tidak memonitor secara penuh perkembangan program JKA. Ia bahkan menyebut kondisi itu sebagai “bunuh diri politik” bagi gubernur maupun Partai Aceh.
Menanggapi hal itu, Nurlis menilai pernyataan Humam tidak berdasar dan justru sarat tendensi. “Cara penyampaiannya seolah membawa kebenaran, padahal itu upaya membunuh karakter gubernur dan Partai Aceh,” ujarnya.
Nurlis juga menyoroti klaim pertemuan yang disampaikan Humam dalam video, namun tanpa menyebutkan lokasi maupun pihak-pihak yang terlibat. “Harusnya jelas di mana dan dengan siapa. Ini justru terkesan disembunyikan, di situ saja sudah aneh,” katanya.
Menurut Nurlis, narasi yang dibangun Humam bersifat imajiner dan menggiring opini publik. Ia kembali menegaskan istilah “politik Kuda Troya” sebagai gambaran strategi yang digunakan.
“Seolah masuk dengan niat baik, tapi sebenarnya untuk menyerang dari dalam. Itu yang terjadi terhadap Mualem dan Partai Aceh,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa istilah Kuda Troya berasal dari mitologi Yunani yang melambangkan tipu daya dan penyusupan secara licik dalam strategi politik.
Lebih lanjut, Nurlis menilai sikap Humam menunjukkan belum move on dari dinamika Pilkada sebelumnya. Ia pun mengajak semua pihak untuk menghentikan provokasi dan fokus membangun Aceh.
“Sudahlah, mari bersama membangun Aceh yang lebih baik. Hentikan adu domba dan provokasi yang tidak produktif,” pungkasnya. []