DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah Aceh kembali mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai relawan ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Pada Tahap II, sebanyak 4.265 ASN ditugaskan ke 25 sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, mulai 2 hingga 4 Januari 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, S.IP., MPA, mengatakan penugasan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Aceh Nomor 300.2/1469/2025 tentang perpanjangan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh.
“Penugasan relawan ASN ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Aceh dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan dan fasilitas publik yang terdampak,” ujar Muhammad Nasir kepada Dialeksis secara eksklusif, Sabtu 3 Januari 2026.
Ia menjelaskan, berbeda dengan Tahap I yang mencakup lima kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, pada Tahap II penugasan difokuskan hanya di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Pada tahap kedua ini, kami memusatkan seluruh kekuatan relawan ASN di Aceh Tamiang agar penanganan dapat dilakukan lebih maksimal dan terkoordinasi,” katanya.
Menurut Nasir, ribuan ASN yang dikerahkan berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan biro di lingkungan Setda Aceh. Mereka ditugaskan untuk melakukan gotong royong, pembersihan lingkungan, serta penataan kembali infrastruktur dan fasilitas sekolah yang terdampak banjir.
Ia menegaskan bahwa seluruh relawan ASN bergerak berdasarkan arahan langsung Gubernur Aceh, dengan koordinasi teknis berada di bawah Sekretariat Daerah Aceh.
“ASN tidak hanya berperan sebagai aparatur administrasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan. Ini adalah wujud nyata pengabdian dan solidaritas ASN Pemerintah Aceh,” tegasnya.
Berdasarkan data resmi, sebanyak 25 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan menjadi lokasi penugasan relawan, dengan total 4.265 ASN yang diterjunkan selama kegiatan berlangsung
Melalui gerakan kolektif ribuan relawan ASN ini, menurut Muhammad Nasir Pemerintah Aceh berharap proses pemulihan di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.
“Kehadiran ASN di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas negara, tetapi juga menghadirkan empati, kepedulian, dan harapan bagi warga yang tengah bangkit dari bencana. Di tengah lumpur dan puing yang tersisa, semangat gotong royong menjadi pengingat bahwa Aceh selalu kuat saat berjalan bersama,” tutup calon kandidat Doktor Universitas Syiah Kuala