DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah di Aceh.
Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat yang sedang menghadapi musibah dapat segera bangkit, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pernyataan itu disampaikan Mualem saat menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Partai Aceh yang turut dihadiri anak yatim dan penyandang disabilitas di Hermes Palace Hotel, Sabtu (14/3/2026).
Dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan tersebut, Mualem menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, meskipun kondisi anggaran masih terbatas.
“Kita harus membangun kembali secepat mungkin rakyat kita yang terdampak bencana. Ini adalah harapan kita bersama, sebagaimana harapan masyarakat Aceh kepada kita semua,” ujar Mualem.
Menurutnya, bencana merupakan musibah yang harus dihadapi dengan kebersamaan dan kepedulian. Karena itu, pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus berupaya melakukan pembenahan serta memberikan pendampingan kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan.
“Yang perlu kita benahi harus kita benahi bersama. Masyarakat yang kehilangan, yang mengalami kesulitan, insya Allah akan kita bantu. Walaupun anggaran yang tersedia boleh dikatakan masih kurang, kita tetap berupaya agar rakyat kita bisa kita bangun kembali secepat mungkin,” katanya.
Mualem menambahkan, percepatan pemulihan tersebut menjadi sangat penting mengingat Hari Raya Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Pemerintah Aceh, kata dia, ingin memastikan masyarakat yang terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.
“Apalagi ini menjelang hari raya, beberapa hari ke depan. Ini perlu kita pikirkan bersama-sama agar masyarakat kita yang sedang menghadapi musibah tetap merasakan perhatian dari pemerintah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Mualem juga menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen politik di Aceh dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap semua partai politik dapat terus menjaga kekompakan demi kepentingan masyarakat.
“Kita juga berharap seluruh partai politik yang ada di Aceh dapat terus menjaga kebersamaan dan turut andil dalam membangun Aceh ke depan,” kata Mualem.
Ia menegaskan bahwa yang paling utama dalam setiap kebijakan pembangunan adalah kepentingan rakyat Aceh. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan daerah.
Momentum Ramadan, menurut Mualem, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat ukhuwah dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh selama bulan suci diharapkan dapat terus dijaga dalam upaya membangun Aceh ke arah yang lebih baik.
“Momentum Ramadan ini menjadi ruang bagi kita semua untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Aceh,” ujarnya.
Mualem juga mengungkapkan rasa syukurnya karena perjalanan pengabdian selama setahun terakhir terus dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, perjalanan pengabdian yang telah berjalan setahun ini terus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, tanpa menyia-nyiakan waktu,” katanya.
Ia optimistis bahwa dengan kebersamaan dan kerja nyata dari seluruh pihak, Aceh akan mampu bangkit dan berkembang menjadi daerah yang lebih maju.
“Insya Allah dengan kebersamaan dan kerja nyata, Aceh sanggup kita bangun menjadi lebih baik,” tutup Mualem.