DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat jaminan mutu dan keamanan produk perikanan nasional dengan mengoperasikan laboratorium pengujian kontaminasi radioaktif yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur.
Laboratorium Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM) tersebut telah mengantongi akreditasi ISO 17025, persetujuan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta memperoleh pengakuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat untuk melakukan pengujian sejumlah parameter radioaktif, termasuk Cesium-137 (Cs-137).
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan keberadaan laboratorium ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar produk perikanan Indonesia, khususnya udang, ke berbagai negara tujuan ekspor.
Menurut dia, laboratorium tersebut merupakan satu-satunya fasilitas pengujian radionuklida pada produk perikanan di Indonesia dan menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara.
“Laboratorium BUSPM dapat melakukan pengujian berbagai parameter mutu dan keamanan pangan, mulai dari bakteri, virus, bahan kimia, logam berat, residu, hingga radionuklida pada produk perikanan,” kata Ishartini, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan hasil pengujian laboratorium dapat digunakan sebagai salah satu syarat penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP), yang dibutuhkan untuk memenuhi ketentuan ekspor ke sejumlah negara yang mensyaratkan produk bebas kontaminasi radioaktif, termasuk Amerika Serikat.
KKP mencatat, sejak 31 Oktober 2025 hingga 11 Juni 2026, sebanyak 4.072 kontainer udang berhasil dikawal untuk ekspor ke Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, 3.370 kontainer telah memasuki pasar AS dengan total volume mencapai 51.607 ton dan nilai ekspor sekitar Rp 8,78 triliun.
Keberadaan laboratorium ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan pasar internasional terhadap mutu dan keamanan produk perikanan Indonesia serta mendukung peningkatan kinerja ekspor nasional. [in]
