Kamis, 18 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / DPKA Bekali Peserta Menulis Esai tentang Kuliner dan Wisata Aceh

DPKA Bekali Peserta Menulis Esai tentang Kuliner dan Wisata Aceh

Kamis, 18 Juni 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Esai Berbasis Konten Budaya Lokal di Banda Aceh, Kamis (18/6/2026). [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Esai Berbasis Konten Budaya Lokal di Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat umum, akademisi, mahasiswa, dan pegiat literasi yang telah lolos seleksi karya tulis. Dari lebih 220 peserta yang mendaftar dan mengirimkan karya, hanya 55 orang yang terpilih untuk mengikuti bimtek.

Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Herman RN, S.Pd., M.Pd., Yarmen Dinamika, dan Prof. Sulaiman Tripa, S.H., M.H.

Plt Kepala DPKA, Zulkifli, melalui Kepala Bidang Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan DPKA, Mountie Syurga, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan menulis masyarakat sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal melalui karya tulis.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat. 

Di tengah derasnya arus informasi, budaya lokal menghadapi tantangan untuk tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda. "Budaya lokal kita menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu dilupakan atau disalahpahami. Padahal budaya adalah jati diri yang harus kita lestarikan," kata Mountie saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan perpustakaan memiliki peran penting dalam menjaga pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban suatu bangsa. Aceh memiliki beragam kekayaan budaya, mulai dari bahasa daerah, cerita rakyat, upacara adat, kuliner, kerajinan tangan hingga destinasi wisata yang perlu terus didokumentasikan dan dipromosikan.

Melalui bimtek tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjadi penulis, tetapi juga mampu menjadi kurator dan kreator konten budaya yang dapat mengemas kearifan lokal menjadi tulisan yang menarik, akurat, dan relevan.

"Tujuannya agar budaya kita tidak hanya tersimpan di museum, tetapi juga hadir di dunia nyata dan dunia maya, baik melalui blog, media sosial maupun platform digital lainnya," ujarnya.

Mountie menambahkan, kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpusnas RI Tahun 2026 itu mengangkat tema kuliner dan wisata Aceh sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah.

Ia juga mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut. Dari lebih 220 pendaftar, hanya 55 peserta yang dapat diterima karena keterbatasan kuota.

Mountie secara resmi membuka Bimtek Penulisan Esai Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026 dan berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak penulis yang mampu mengangkat kekayaan budaya Aceh melalui karya-karya literasi.

"Kami berharap peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Jadilah penulis yang terus berkarya karena penulis pasti membaca, tetapi pembaca belum tentu menjadi penulis," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes