DIALEKSIS.COM | Jakarta - Indonesia kembali memperoleh akses untuk mengekspor produk perikanan budidaya ke negara-negara Uni Eropa (UE) setelah resmi masuk dalam daftar negara yang diizinkan mengekspor komoditas tersebut.
Kepastian ini disambut positif oleh pelaku usaha yang sebelumnya sempat khawatir karena Indonesia belum tercantum dalam regulasi UE terkait ekspor produk perikanan budidaya.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ishartini, mengatakan Indonesia kini telah masuk dalam Commission Implementing Regulation (EU) Nomor 2026/1189 yang ditetapkan pada 4 Juni 2026.
Regulasi tersebut menjadi dasar bagi negara-negara anggota UE untuk menerima produk perikanan budidaya dari negara mitra.
Menurut Ishartini, pencapaian tersebut merupakan hasil komunikasi dan negosiasi intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan otoritas Uni Eropa, khususnya Directorate-General for Health and Food Safety (DG SANTE).
KKP juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, KBRI Brussel, dan Delegasi Uni Eropa di Jakarta untuk memastikan akses pasar tetap terbuka.
"Sepanjang proses negosiasi, KKP bergerak proaktif dan intensif untuk memastikan kepentingan pelaku usaha budidaya terjaga. Dengan tercantumnya Indonesia dalam daftar tersebut, akses produk perikanan budidaya ke pasar UE tetap terbuka dan berkelanjutan," ujar Ishartini, Selasa (16/6/2026).
Uni Eropa menjadi salah satu pasar potensial bagi produk perikanan Indonesia. Kawasan yang beranggotakan 27 negara itu memiliki tingkat konsumsi ikan per kapita sekitar 24-25 kilogram per tahun. Dengan daya beli masyarakat yang relatif tinggi, pasar Eropa dinilai masih sangat menjanjikan bagi ekspor produk perikanan nasional.
Saat ini UE menempati posisi kelima tujuan ekspor produk perikanan Indonesia. Sejumlah komoditas budidaya yang telah menembus pasar Eropa antara lain udang, bandeng, dan kelompok catfish.
Selain itu, pemerintah juga mendorong ekspor tilapia yang disebut sebagai "aquatic chicken" karena dinilai memiliki potensi besar menjadi andalan baru produk perikanan Indonesia di pasar Uni Eropa. [in]