Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Mobilitas Naik 5,4 Persen, ASDP Klaim Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali

Mobilitas Naik 5,4 Persen, ASDP Klaim Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali

Minggu, 22 Maret 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan selama periode Angkutan Lebaran 2026. [Foto: dok. ASDP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Meski mobilitas masyarakat meningkat, layanan penyeberangan disebut tetap berjalan lancar dan terkendali.

Berdasarkan data kumulatif sejak H-10 hingga hari H Lebaran, jumlah penumpang mencapai 2.596.597 orang. Angka ini meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 667.526 unit atau naik 7,2 persen dari 622.604 unit pada tahun sebelumnya.

Pada periode harian, yakni 21 Maret 2026 (H), jumlah penumpang tercatat 156.838 orang atau meningkat 1,7 persen dibandingkan 154.237 orang pada tahun lalu. Adapun jumlah kendaraan mencapai 40.066 unit atau naik tipis 0,6 persen dari 39.811 unit.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik telah diantisipasi melalui berbagai langkah operasional.

Ia menjelaskan, perusahaan melakukan penyesuaian kapasitas layanan, memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas.

“Layanan tetap berjalan optimal meskipun terjadi peningkatan volume penumpang dan kendaraan,” ujar Heru dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (22/3/2026).

ASDP mencatat lintasan Jawa“Sumatera dan Jawa-Bali masih menjadi koridor tersibuk selama periode mudik Lebaran. Untuk mengantisipasi kepadatan, perusahaan menerapkan sejumlah strategi, mulai dari pengaturan pola operasi kapal hingga rekayasa lalu lintas di area pelabuhan.

Langkah tersebut mencakup pengalihan kendaraan ke pelabuhan alternatif serta penerapan delaying system di sejumlah titik penyangga (buffer zone).

Selain itu, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan logistik dan angkutan berat pada periode 23-29 Maret 2026. Sementara itu, kendaraan penumpang dan sepeda motor tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.

Dalam mendukung kelancaran operasional, ASDP menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Penguatan pengendalian operasional juga dilakukan melalui Port Operational Control Center yang memantau kondisi lintasan secara real time.

Dari sisi layanan pengguna, ASDP memastikan ketersediaan tiket arus balik masih mencukupi. Hingga periode H sampai H+10, tingkat ketersediaan tiket di lintasan utama tercatat mencapai 98,66 persen.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui aplikasi Ferizy.

Selain itu, pengguna jasa diminta memastikan kesesuaian data penumpang dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan.

ASDP juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus berupa diskon tarif. Sejak diluncurkan pada 12 Maret 2026, program tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa.

Program diskon ini memberikan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan.

Hingga 21 Maret 2026, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp 14,5 miliar atau 40,84 persen dari target yang ditetapkan.

Program tersebut berlaku di tujuh lintasan utama, antara lain Merak“Bakauheni, Ketapang“Gilimanuk, serta sejumlah lintasan di wilayah Indonesia timur.

Sebagai tambahan, ASDP juga menerapkan kebijakan tarif tunggal (single tarif) di Pelabuhan Bakauheni pada 23“31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik Lebaran.

Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP menegaskan komitmennya untuk menjaga layanan penyeberangan tetap aman, nyaman, dan efisien di tengah tingginya mobilitas masyarakat. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI