DIALEKSIS.COM | Aceh - Dinas Perhubungan Aceh mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berdasarkan data resmi yang dirilis melalui infografis pada Sabtu (22/3/2026) yang dipantau Dialeksis, total pergerakan penumpang di Aceh mencapai 113.983 orang dari tiga moda transportasi utama.
Rinciannya, moda darat menjadi penyumbang terbesar dengan 78.475 penumpang, disusul moda udara sebanyak 18.228 penumpang, dan moda laut sebanyak 17.280 penumpang. Tingginya angka pada moda darat menunjukkan jalur ini masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas libur Lebaran.
Selain itu, pergerakan kendaraan di jalan tol juga terpantau cukup tinggi. Dishub Aceh mencatat sebanyak 70.891 pengguna tol melintasi sejumlah ruas, di antaranya Padang Tiji, Seulimum, Jantho, Indrapuri, Blang Bintang, hingga Baitussalam.
Data tersebut merupakan bagian dari pemantauan arus transportasi yang dilakukan selama periode 14 hingga 27 Maret 2026, guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama momen Lebaran.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, S.T., M.T., mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran arus transportasi di seluruh wilayah Aceh.
“Pergerakan penumpang yang cukup tinggi ini sudah kami antisipasi melalui berbagai langkah pengendalian dan pengawasan di lapangan. Kami memastikan seluruh layanan transportasi, baik darat, laut, maupun udara, berjalan optimal selama masa libur Idul Fitri,” ujar Teuku Faisal kepada Dialeksis saat dihubungi, Minggu (22/03/2026).
Ia menambahkan, dominasi moda darat menjadi perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik, terutama pada jalur-jalur utama dan kawasan perkotaan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, operator transportasi, serta pengelola infrastruktur jalan untuk mengurai potensi kepadatan. Pengaturan lalu lintas dan kesiapan armada menjadi fokus utama kami,” lanjutnya.
Teuku Faisal juga mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk memastikan kondisi kendaraan laik jalan serta mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan selama perjalanan. Pastikan kondisi fisik prima, kendaraan dalam keadaan baik, dan patuhi rambu serta arahan petugas di lapangan,” tutupnya.