Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / 3,6 Juta Anak Alami Gangguan Penglihatan, Kemenkes Targetkan Skrining 140 Juta Orang

3,6 Juta Anak Alami Gangguan Penglihatan, Kemenkes Targetkan Skrining 140 Juta Orang

Rabu, 04 Februari 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi meluncurkan program Improved Access to Eye Health in Indonesia sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mata dan menekan angka gangguan penglihatan di Tanah Air. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi meluncurkan program Improved Access to Eye Health in Indonesia yang dirangkaikan dengan kegiatan Vision Screening Event sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mata dan menekan angka gangguan penglihatan di Tanah Air.

Program ini dinilai penting mengingat sekitar 3,6 juta anak Indonesia masih mengalami kelainan refraksi yang belum terkoreksi, kondisi yang berpotensi mengganggu proses belajar, tumbuh kembang, hingga kualitas hidup anak di masa depan.

Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa deteksi dini gangguan penglihatan menjadi kunci utama dan akan diintegrasikan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah.

“Sepanjang tahun 2025, kami telah melakukan skrining kesehatan mata terhadap sekitar 55 juta penduduk usia di atas 7 tahun, dan sekitar 17 persen di antaranya terdeteksi mengalami gangguan penglihatan,” kata Nadia.

Ia menambahkan, cakupan skrining akan diperluas secara signifikan pada tahun depan. “Pada tahun 2026, melalui Program Cek Kesehatan Gratis, kami menargetkan skrining terhadap sekitar 140 juta masyarakat Indonesia, mulai dari bayi hingga lansia,” ujarnya.

Upaya penguatan layanan kesehatan mata ini turut mendapat dukungan dari World Health Organization (WHO) melalui inisiatif global SPECS 2030 serta kemitraan dengan OneSight EssilorLuxottica Foundation. Program tersebut juga akan menjangkau wilayah terpencil, termasuk Kepulauan Seribu, melalui penyediaan patient center dan pelatihan tenaga kesehatan di layanan primer. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI