Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Feature / Herman Fithra, Rektor Unimal si “Romantis” yang Berprestasi

Herman Fithra, Rektor Unimal si “Romantis” yang Berprestasi

Minggu, 06 Desember 2020 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Rektor Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra. [Foto: Ist.]




Sikapnya yang romantis pada pasangan hidupnya dan ketika dia mengunggahnya di dunia maya, foto romantisnya menjadi inspirasi. Nama Herman Fithra, Rektor Unimal sempat menjadi buah bibir.

Fotonya bagaikan dalam film Titanic, di buritan kapal “terbang“ di atas laut, banyak mendapat cuitan. Romantis memang, bahkan ketika Dialeksis.com menurunkan tulisan itu dalam bentuk feature, juga menjadi perhatian publik.

Siapa sebenarnya Herman Fithra yang kini menjabat Rektor Unimal (Universitas Malikul Saleh) Lhokseumawe? Awalnya dia pegawai di Dinas PU Aceh Utara, namun mengapa terakhir bisa menjabat sebagai Rektor Unimal?

Herman terpilih sebagai Rektor Unimal periode 2018-2022, putra Lhokseumawe ini resmi dilantik pada 20 Desember 2018.

Nama lengkapnya Dr. Ir. H. Herman Fithra, ST., MT., IPM., ASEAN.Eng. Putra dari pasangan Teungku H Ismail Bantasyam dan Azmarni Putri, lahir di Lhokseumawe, 07 November 1972. Dia merupakan sosok yang ahli dalam persoalan teknik sipil.

Herman dalam dunia Pendidikan menyelesaikan D-III Teknik Politeknik Universitas Syiah Kuala (1993), meraih S1 Sarjana Teknik Sipil Universitas Sumatra Utara (1994). Kemudian dia meraih S2 Magister, Sistem dan Teknik Transportasi di Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2005 dan kembali lagi ke Sumatera Utara di USU untuk meraih S3 Program Doktor Perencanaan Wilayah Bidang Ilmu Sistem dan Teknik Transportasi (2018).

Dia juga berhasil menyelesaikan pendidikan profesi di bidang teknik dan berhak menyandang gelar Insinyur (Ir) dari Universitas Andalas pada awal tahun 2020.

Sebelumnya, pada September 2019, ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO) sudah menyematkan gelar ASEAN Eng kepada Herman atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta pengisian Portofolio keinsinyuran yang sekaligus mengukuhkannya sebagai insinyur profesional di kawasan ASEAN.

Wisuda dan pemberian sertifikat atas gelarnya ini bertepatan dengan kegiatan Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organization (CAFEO) ke-37 di Jakarta.

Awalnya dilingkungan pemerintahan, dia menjadi staf di PU Aceh Utara. Namun pada tahun 2002, dia terjun ke dunia Pendidikan, menjadi dosen. Saat itu negeri Aceh masih dalam balutan konflik.

Dari catatan yang berhasil Dialeksis.com rangkum, Herman terpilih menjadi Rektor Universitas Malikussaleh periode 2018-2022. Setelah terpilih, Herman ingin mewujudkan (salah satunya), generasi muda yang ada diseputaran Aceh Utara, Lhokseumawe dan Bireuen, itu bisa menuntut ilmu di pendidikan tinggi.

Untuk itu diharapkan adanya dukungan, baik dari Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota di sekitaran kampus Unimal. Agar semua pihak bersinergi, bisa memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi anak-anak, khususnya mereka yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi di kampus Unimal.

Pada program jangka panjang, dan menengah, Herman bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Unimal.

Unimal adalah universitas yang diberikan kepercayaan mengelola program studi energi terbarukan. Di sana juga ada program studi teknik material. Ini merupakan program studi kedua yang ada di Pulau Sumatra.

Ke depanya, diharapkan akan muncul program studi baru yang muaranya untuk mendukung berjalannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe.

Herman juga dikenal dalam organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Sipil Unimal (2008-2010), Kepala Laboratorium Teknik Sipil Fakultas Teknik Unimal, anggota senat Fakultas Teknik Unimal (2012), sampai dia menjadi dosen dan Rektor.

Sebelum menjadi dosen, Herman pernah menjadi staf perencanaan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Utara pada 1993-1994. Direktur Operasional PT. Ira Widya Utama & Group (2002-2003), Society membership atau keanggotaan masyarakat, yakni Forum Studi Antar-Perguruan Tinggi 2009, Masyarakat Transportasi Indonesia 2012, dan Asosiasi Dosen Indonesia tahun 2016.

Herman pernah menjadi trainer in training di BRR Aceh-Nias, Workshop Percepatan Pelaksanaan Konstruksi Infrastruktur Proyek IRFF/IREP, Banda Aceh (2008). Dia juga pernah di International Rehabilitation Enabling Project (IREP-2) Aceh West Coast, On the Job Training.

Pernah juga bertugas di Supervisi Bidang Jalan, Meulaboh (2008), IREP-2 Aceh West Coast, On the Job Training. Kegiatan Supervisi Bidang Jalan, Banda Aceh (2008), dan IREP-2 Aceh West Coast, On the Job Training. Kegiatan Supervisi Bidang Jalan, Sigli, 2009.

Dia juga banyak melakukan kegiatan pengabdian di masyarakat. Dia juga sering menulis yang dipublikasikan di berbagai jurnal, baik Aceh, nasional dan internasional. Karya-karya buah pikirannya cukup banyak dengan beragam disiplin ilmu dan sudah banyak bukunya yang diterbitkan.

Diantara sejumlah buku yang sudah terbit itu; Konektivitas Jaringan Jalan Dalam Pengembangan Wilayah Di Zona Utara Aceh, Sefa Bumi Persada - Aceh (2018). Hubungan Antara Konsistensi Perancangan Pelaksanaan dan Pengendalian Mutu Aspal Beton Terhadap Penurunan Kinerja Jalan, Sefa Bumi Persada - Aceh (2017). Durabilitas Beton Aspal (AC - WC) Akibat Rendaman Air Laut, Biena Edukasi (2015).

Selama menjabat sebagai Rektor, Herman sudah mengukir beberapa prestasi diantaranya, dia berhasil mengangkat peringkat Unimal menjadi kedua nasional versi Scimago Ranking 2020, Unimal berhasil menempati rangking 44 versi webometric, dan berhasil mengangkat peringkat dalam Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (Simkatmawa) menjadi peringkat 91 dari sebelumnya di peringkat 500 seluruh Indonesia.

Pada 2020 saat menerima mahasiswa, Unimal menjadi universitas dengan penerima KIP-Kuliah terbanyak di Indonesia, yang menandakan bahwa kampus ini adalah kampus rakyat. Unimal juga menjadi universitas dengan jumlah mahasiswa terbanyak ketiga yang lulus pada jalur SNMPTN tahun 2020.

Herman juga melakukan pengembangan kelembagaan Kehumasan. Sebelumnya Lembaga ini dipegang oleh tenaga kependidikan dengan level kasubag, kini menjadi Unit Pelaksana Tugas yang dipimpin oleh dosen dan juga kolumnis nasional, Teuku Kemal Fasya.

Pelembagaan yang lebih luas ini menyebabkan perwajahan Unimal menjadi lebih baik. Semua kanal pemberitaan, baik portal, cetak, broadcast, dan media sosial telah dikembangkan. Bahkan jumlah follower hingga 16.700 untuk Instagram.

Portal Unimalnews sendiri menjadi portal yang paling tinggi rangking Alexa se-Aceh, hanya kalah dari dari AcehTribunnews.com. Pada tahun ini media Unimalnews telah berhasil membuat lebih 1000 postingan berita dengan pembaca berita hampir 900 ribu.

Untuk menggairahkan pengembangan akademik dari dari jalur mandiri dan institusional, Herman Fithra mengeluarkan SK Rektor No. 905/UN.45/KPT/2020 yang berisi reward bagi dosen berprestasi.

Mereka yang diberi itu untuk Kaprodi terbaik, dosen berprestasi, tenaga kependidikan berprestasi, dosen yang menulis di media massa terbanyak. Dosen yang memiliki publikasi jurnal dan prosiding terbanyak, dosen memiliki jumlah paten terbanyak, pengelola jurnal terbaik, dan pengelola seminar terbaik.

Namun publik kini mengenal Herman bukan hanya sebagai sosok Rektor berprestasi, namun sebagai sosok lelaki yang romantis. Dia terang-terangan mengungkapkan isi hatinya, ketika dia berfoto romantis dengan teman hidupnya dan kemudian diunggah ke media sosial.

Banyak yang “cemburu” dengan romantisnya sang Rektor ini. Namun publik juga menaruh harapan pada Herman, sikap romantis yang penuh kasih sayang tetap dia tanamkan kepada Unimal.

Romantisnya sang Rektor bukan hanya milik keluarga, namun milik publik. Publik juga menginginkan Herman tetap romantis dalam mengalirkan kasih sayang kepada Unimal. Romantislah Herman, sikap mesramu dibutuhkan negeri ini. (Bahtiar Gayo)


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda