Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Rupiah Melemah ke Rp16.815/US$, BI Klaim Stabilitas Tetap Terjaga

Rupiah Melemah ke Rp16.815/US$, BI Klaim Stabilitas Tetap Terjaga

Sabtu, 10 Januari 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Rupiah Melemah ke Rp16.815/US$. [Foto: Net via KemenPANRB]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Nilai tukar Rupiah kembali melemah pada perdagangan akhir pekan ini di tengah penguatan dolar AS dan dinamika pasar keuangan global. Bank Indonesia (BI) menyatakan terus mencermati perkembangan tersebut serta memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga melalui bauran kebijakan yang konsisten.

Pada akhir perdagangan Kamis (8/1/2026), Rupiah ditutup pada level Rp16.785 per dolar AS (bid). Namun, pada pembukaan perdagangan Jumat pagi (9/1/2026), Rupiah melemah ke level Rp16.815 per dolar AS.

Seiring dengan pergerakan Rupiah, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik dari 6,05% menjadi 6,15%. Di sisi global, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 98,93, sementara yield US Treasury Note 10 tahun justru turun ke 4,167%.

Bank Indonesia mencatat, dari sisi risiko negara, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 8 Januari 2026 berada di level 69,57 basis poin (bps). Angka ini meningkat dibandingkan posisi 2 Januari 2026 yang sebesar 67,62 bps.

Sementara itu, aliran modal asing pada pekan pertama Januari 2026 masih menunjukkan pergerakan campuran. Berdasarkan data transaksi periode 5-8 Januari 2026, investor nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp1,44 triliun. Aliran tersebut berasal dari beli neto Rp1,78 triliun di pasar saham dan Rp1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), meski diimbangi jual neto Rp1,38 triliun di pasar SBN.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2026 hingga 8 Januari, nonresiden mencatat beli neto Rp3,85 triliun di pasar saham, Rp3,23 triliun di pasar SBN, serta Rp0,26 triliun di SRBI.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa otoritas moneter terus menjaga stabilitas eksternal perekonomian nasional.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).

BI menegaskan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi domestik dan perkembangan global. [ra]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI