Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Para Bupati Apresiasi Penanganan Pascabencana Bank Aceh Syariah

Para Bupati Apresiasi Penanganan Pascabencana Bank Aceh Syariah

Kamis, 08 Januari 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Para Bupati Apresiasi Penanganan Pascabencana Bank Aceh Syariah. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Sejumlah kepala daerah di Aceh menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Bank Aceh Syariah dalam memulihkan layanan perbankan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah. Mereka menilai respons Bank Aceh Syariah mulai dari pengaktifan layanan darurat, keringanan pembiayaan, hingga dukungan sosial telah membantu menjaga denyut ekonomi masyarakat di daerah terdampak.

Testimoni itu datang dari Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Timur, Bupati Pidie Jaya, dan Bupati Gayo Lues. Mereka tidak hanya memberi apresiasi, tetapi juga menyampaikan masukan konstruktif untuk memperkuat layanan perbankan di masa mendatang.

Saat media Dialeksis menghubungi Bupati Aceh Tamiang menyebut langkah Bank Aceh Syariah membuka kembali akses layanan keuangan di wilayahnya sebagai “respon yang tepat pada saat yang tepat”.

“Kami mengapresiasi kehadiran tim Bank Aceh Syariah di lapangan pascabencana. Layanan keuangan adalah kebutuhan mendesak untuk penyaluran bantuan, transaksi usaha, hingga kebutuhan rumah tangga. Kecepatan mereka menghidupkan layanan kembali sangat membantu,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap penguatan layanan digital dan unit bergerak diperluas agar akses masyarakat tetap terjaga meski infrastruktur fisik terganggu.

Bupati Aceh Timur menilai Bank Aceh Syariah telah menunjukkan kepekaan sosial melalui program keringanan bagi nasabah terdampak bencana.

“Relaksasi pembiayaan dan kemudahan akses modal kerja sangat berarti bagi pelaku UMKM yang kehilangan aset atau tempat usaha. Kami mengapresiasi pendekatan humanis yang ditempuh Bank Aceh Syariah,” katanya.

Ia berharap ke depan hadir lebih banyak skema pembiayaan pemulihan ekonomi lokal, terutama untuk sektor pertanian, perikanan, dan UMKM yang paling terpukul bencana.

Bupati Pidie Jaya menekankan pentingnya kehadiran Bank Aceh Syariah sebagai bank daerah saat masyarakat menghadapi situasi sulit.

“Bank Aceh Syariah bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi mitra daerah. Di tengah situasi darurat, mereka hadir dengan layanan, edukasi, dan solusi. Itu patut diapresiasi,” ujar Sibral.

Ia memberikan masukan agar sistem layanan tangguh bencana terus diperkuat, termasuk jaringan ATM, mobile banking, dan literasi keuangan masyarakat desa.

Pendapat lain disampaikan juga Bupati Gayo Lues menilai dukungan Bank Aceh Syariah juga berdampak pada pemulihan psikologis masyarakat.

“Saat warga kehilangan rumah atau lahan, kemampuan bertransaksi dan mengakses dana menumbuhkan kembali rasa aman. Kami berterima kasih atas langkah cepat Bank Aceh Syariah,” ucapnya.

Ia berharap pengembangan layanan keuangan syariah makin menyentuh wilayah terpencil dan pegunungan, sehingga inklusi keuangan semakin merata.

Para bupati dari penyampaiannya kepada Dialeksis, Bank Aceh Syariah telah menunjukkan respons cepat dan terukur pascabencana, kebijakan keringanan pembiayaan dan layanan darurat perlu dilanjutkan, dan ke depan dibutuhkan sistem layanan perbankan yang lebih tahan terhadap bencana

Mereka juga menyampaikan harapan agar Bank Aceh Syariah terus menjadi motor pemulihan ekonomi daerah, terutama di sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan rakyat.

“Inklusi keuangan yang kuat adalah fondasi pemulihan,” demikian benang merah pernyataan para bupati.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI