Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Pemerintah Genjot Kebangkitan UMKM Sumatera, Transaksi Digital Naik 27,5 Persen

Pemerintah Genjot Kebangkitan UMKM Sumatera, Transaksi Digital Naik 27,5 Persen

Kamis, 19 Februari 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pendampingan intensif dilakukan melalui layanan Klinik UMKM Bangkit yang mencakup akses pembiayaan, dukungan produksi, hingga pemasaran daring. [Foto: KemenUMKM]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah mempercepat pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui kombinasi relaksasi pembiayaan dan perluasan akses pasar digital. Upaya ini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya transaksi penjualan produk UMKM di tiga wilayah terdampak.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pendampingan intensif dilakukan melalui layanan Klinik UMKM Bangkit yang mencakup akses pembiayaan, dukungan produksi, hingga pemasaran daring. 

“Kami ingin memastikan pelaku UMKM tidak berjalan sendiri. Negara hadir agar mereka bisa segera kembali produktif dan bahkan tumbuh lebih kuat,” ujar Maman.

Salah satu strategi utama adalah menggandeng platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada untuk membuka kanal khusus produk UMKM terdampak. Sejak diluncurkan pertengahan Januari 2026, nilai penjualan tercatat meningkat 27,5 persen dengan total 3,5 juta transaksi hingga 11 Februari 2026. Sumatera Utara dan Sumatera Barat menunjukkan pemulihan relatif cepat, sementara Aceh mulai memperlihatkan tren kebangkitan meski masih menghadapi tantangan operasional.

Di sektor pembiayaan, pemerintah mencatat lebih dari 201 ribu debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak bencana dengan total outstanding mencapai Rp12,19 triliun. Melalui koordinasi dengan sejumlah bank seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Bank Pembangunan Daerah Aceh, serta Pegadaian, para pelaku usaha memperoleh keringanan bunga, restrukturisasi pinjaman, masa tenggang, hingga peluang penghapusan kredit sesuai regulasi.

Selain itu, pemerintah menyiapkan Bantuan Presiden (BanPres) Rehabilitasi Usaha Mikro senilai Rp3 juta per penerima untuk 200 ribu pelaku usaha yang belum memiliki akses perbankan. 

"Pendekatan kami inklusif. Yang sudah bankable kami perkuat, yang belum tersentuh layanan keuangan kami bantu dengan modal langsung agar tidak tertinggal,” tegas Maman. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI