Beranda / Berita / Dunia / Telibat Skandal Seks, Wakil Presiden Zimbabwe Mengundurkan Diri

Telibat Skandal Seks, Wakil Presiden Zimbabwe Mengundurkan Diri

Selasa, 02 Maret 2021 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Kembo Mohadi. Foto: Thezimbabwemail


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Wakil Presiden Zimbabwe, Kembo Mohadi pada Senin (1/3/2021) mengundurkan diri setelah adanya laporan kepada dirinya terlibat hubungan seksual terlarang.

Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (2/3/2021) berkaitan dengan pernyataan pengunduran dirinya akan segera berlaku, namun Wakil Presiden itu menyebut dirinya tak bersalah.

Kembo mengatakan, suara yang menjadi rekaman bukti itu diduga otak-atik. Ia mengklaim suara dalam rekaman tersebut dipalsukan.

Dirinya kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri bukan karena sikap pengecut, namun untuk memperlihatkan tanda hormat kepada kantor kepresidenan.

Dalam konferensi pers yang dikirim ke media, ia mengatakan, dirinya adalah korban dari pemalsuan suara rekaman.

Melansir dari Al Jazeera, Senin (1/3/2021), Kembo bersama Constantino Chiwenga adalah wakil Presiden Emmerson Mnangagwa sejak tahun 2018 lalu.

Langkah pengunduran diri yang jarang dilakukan seorang pejabat publik di Zimbabwe, Kembo mengatakan bahwa dia telah mengambil keputusan untuk mundur "bukan sebagai pengecut tetapi sebagai tanda menunjukkan rasa hormat yang besar kepada jabatan Presiden".

“Saya telah menjalani ziarah pencarian jiwa dan menyadari bahwa saya membutuhkan ruang untuk menangani masalah saya di luar kursi pemerintahan,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Informasi.

Layanan media online lokal ZimLive dalam dua minggu terakhir memuat informasi bahwa Kembo Mohadi memiliki hubungan seksual yang tidak pantas dengan wanita yang sudah menikah, termasuk salah satu bawahannya.

Mohadi (70) membantah tuduhan pekan lalu yang mengatakan ini adalah bagian dari plot politik terhadapnya.

Pada hari Senin (1/3/2021) dia terus membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan dia akan menempuh jalur hukum. (Serambinews)

Keyword:


Editor :
Jun

riset-JSI
Komentar Anda