Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Dunia / Peringati Kematian Khashoggi, DPR dan Senat AS Serukan Kebebasan Pers

Peringati Kematian Khashoggi, DPR dan Senat AS Serukan Kebebasan Pers

Jum`at, 11 Januari 2019 18:30 WIB

Mongi Dhaouadi (kiri) dan Ahmed Bedier mempersiapkan gambar wartawan Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi, sebelum sebuah acara untuk mengenang Khashoggi, seorang kolomnis untuk The Washington Post yang terbunuh tanggal 2 Oktober di dalam komplek Konsulat Saudi di Istanbul, Washi. (Foto: Voa Indonesia)

DIALEKSIS.COM | Washington - Sejumlah anggota DPR dan Senat Amerika hari Kamis menyerukan dilindunginya kebebasan pers di seluruh dunia, ketika mereka memperingati Jamal Khashoggi wartawan asal Arab Saudi yang dibunuh di konsulat Turki to Istanbul bulan Oktober lalu. 

Ketua DPR Nancy Pelosi, anggota DPR Adam Schiff dan Senator Mark Warner terdapat diantara puluhan anggota Kongres yang menghadiri acara peringatan 100 hari pembunuhan Khashoggi. 

Kata Pelosi, Kongres Amerika bertekad akan terus mendorong agar orang atau orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu diseret ke pengadilan. 

“Kita harus menghormati tanggung jawab moral kita untuk menjaga kehidupan dan kebebasan wartawan di seluruh dunia,” kata Pelosi dalam ruangan yang dipenuhi anggota DPR dan Senat dari kedua partai, wartawan dan aktivis. 

“Kalau kita menganggap kepentingan komersial lebih penting daripada pernyataan-pernyataan yang kita buat, maka kita harus mengakui bahwa kita telah kehilangan panduan moral kita,” kata Pelosi. 

Ketika para anggota Kongres mendesak pemerintah Amerika untuk menghukum pemerintah Arab Saudi, pejabat pemerintahan Presiden Trump mengatakan bahwa Arab Saudi telah bertindak sebagai benteng dalam perjuangan melawan agresi Iran yang mengancam kepentingan Amerika. 

Khashoggi masuk ke konsulat Saudi di Istanbul tanggal 2 Oktober dan tidak pernah tampak lagi. Pemerintah Saudi semula membantah bahwa wartawan itu dibunuh tapi akhirnya mengakui pembunuhan yang mengerikan itu. (voa Ind)

Editor :
Indri

universitas teuku umar
Komentar Anda