Rabu, 24 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / AS dan Iran Sepakati Empat Kelompok Kerja dalam Perundingan Damai di Swiss

AS dan Iran Sepakati Empat Kelompok Kerja dalam Perundingan Damai di Swiss

Selasa, 23 Juni 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pembicaraan AS-Iran di Swiss menghasilkan kesepakatan pembentukan empat kelompok kerja strategis. Foto: AFP/Fabrice Coffrini


Dialeksis.com | Swiss - Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menyelesaikan pembicaraan teknis terkait upaya mencapai kesepakatan damai yang berlangsung di Swiss. Hasil perundingan tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan empat kelompok kerja yang akan menangani sejumlah isu strategis antara kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kelompok kerja tersebut akan difokuskan pada pengakhiran sanksi, isu nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta pemantauan dan implementasi kesepakatan.

“Empat kelompok kerja akan dibentuk: pengakhiran sanksi, urusan nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta pemantauan dan implementasi,” ujar Gharibabadi, seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA, Selasa (23/6).

Sementara itu, mediator perundingan dari Qatar dan Pakistan pada Senin (22/6) turut merilis pernyataan bersama terkait hasil pembicaraan tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran yang berlangsung di Swiss pada Minggu (21/6).

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa kedua negara sepakat membentuk Komite Tingkat Tinggi yang akan bertugas memberikan pengawasan politik terhadap proses mediasi. Kepala negosiator dari masing-masing pihak akan melaporkan perkembangan secara berkala kepada komite tersebut sekaligus memimpin kelompok kerja yang menangani isu nuklir, sanksi, serta pemantauan dan penyelesaian sengketa.

Komite Tingkat Tinggi juga telah menyepakati peta jalan menuju tercapainya kesepakatan final dalam jangka waktu 60 hari.

Iran turut menegaskan adanya kesepakatan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan tetap berada di bawah otoritas Teheran. Selain itu, AS dan Iran juga menyetujui pembentukan jalur komunikasi khusus guna mencegah insiden dan kesalahpahaman yang dapat mengganggu keamanan pelayaran komersial di kawasan tersebut.

Kedua negara juga sepakat membentuk unit de-konflikasi yang melibatkan AS, Iran, dan Lebanon dengan fasilitasi dari para mediator. Unit ini bertugas memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 17 Juni lalu.

Menurut Qatar dan Pakistan, pembicaraan teknis antara AS dan Iran akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini di resor Burgenstock, Swiss. Agenda perundingan akan mencakup berbagai isu penting, terutama persoalan-persoalan yang dinilai krusial bagi tercapainya kesepakatan akhir.

Dalam pernyataan terpisah pada Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut telah terjadi “kemajuan besar” dalam dialog dengan Washington.

Ia mengungkapkan bahwa AS disebut menyetujui penghentian perang di Lebanon, membuka kembali akses ekspor minyak dan petrokimia Iran, mencabut blokade terhadap perairan Iran, mencairkan sejumlah aset Iran yang selama ini dibekukan, serta menyusun rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi berskala besar bagi negara tersebut.

Meski demikian, rincian lebih lanjut mengenai implementasi berbagai kesepakatan tersebut masih akan dibahas dalam perundingan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes