Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Said Fadhlain Ceramah Ramadan di Panton Reu: Menggagas ‘Jihad Digital’ dan Kesalehan Sosial

Said Fadhlain Ceramah Ramadan di Panton Reu: Menggagas ‘Jihad Digital’ dan Kesalehan Sosial

Rabu, 11 Maret 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dosen Komunikasi Politik FISIP Universitas Teuku Umar (UTU), Said Fadhlain, S.IP., MA. melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Jamik Gampong Baro, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat pada Minggu malam (8/3/2026). [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H, semangat pengabdian dan syiar Islam terus digelorakan ke wilayah pedalaman Aceh Barat. Dosen Komunikasi Politik FISIP Universitas Teuku Umar (UTU), Said Fadhlain, S.IP., MA. melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Jamik Gampong Baro, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat pada Minggu malam (8/3/2026). 

Rombongan dipimpin oleh Said Fadhlain, S.IP., MA., bersama unsur PD Aisyiyah (Masyithah, S.Pd. & Dra. Tgk. Rosnazar) Pemuda Muhammadiyah (Ikhwanul Farissa, S.Si.), serta Sekretaris KMM, Mukhtaruddin, S.Pd. 

Rangkaian kegiatan diawali penyambutan tim safari ramadhan dilanjutkan buka puasa bersama Geusyik Gampong Baro, Tuha Peut, Imeum Syiek, Ketua Pemuda, Pengurus PKK, perwakilan manajemen perusahaan yang ada disekitar Gampong Baroe, serta masyarakat setempat. Dilanjutkan shalat Isya, sunnah tarawih dan witir berjamaah. 

"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antara akademisi kampus dengan masyarakat pelosok, sekaligus memberikan edukasi literasi digital berbasis nilai-nilai agama di tengah tantangan arus informasi yang kental dengan dinamika sosial saat ini," ujar Ketua korps muballigh Muhammadiyah (KMM) Aceh Barat Drs Sya’ban Lubis, diwakili Sekretaris KMM Mukhtaruddin, SP.

Selnjutnya, dalam dakwah profetiknya, Dosen Komunikasi Politik FISIP UTU Said Fadhlain membedah pentingnya menyinergikan ibadah ritual dengan kepedulian sosial di era transformasi digital. Ia menekankan bahwa kemuliaan ilmu dan jabatan barulah sempurna jika diiringi dengan kepekaan nurani terhadap lingkungan sekitar. Said Fadhlain mengungkapkan bahwa spirit Ramadan harus mampu melahirkan "kesalehan sosial." 

Menurutnya, sebagaimana fasihnya lisan umat muslim dalam mengkhatamkan ayat-ayat suci, hendaknya hati pun semakin "khatam" dalam membaca kebutuhan sesama, terutama dalam memuliakan anak yatim dan kaum dhuafa.

Di hadapan jamaah lintas generasi Gampong Baro, Said Fadhlain juga memberikan edukasi mengenai literasi digital. Ia mengambil keteladanan sahabat Nabi, Zaid bin Tsabit, sebagai sosok pemuda yang menguasai teknologi informasi pada zamannya untuk menjaga marwah umat. Ia mengajak para pemuda untuk menggunakan perangkat teknologi sebagai "lentera" kebaikan melalui penerapan prinsip tabayyun sebelum menyebarkan informasi di media sosial. 

"Di zaman informasi ini, mari kita gunakan jemari untuk menyebarkan pesan-pesan yang menyejukkan. Jadilah pelopor informasi yang membangun, bukan pemecah belah. Itulah ketaqwaan kita di dunia siber," tambahnya. 

Tak hanya soal literasi, Said juga menyoroti sinergi lintas sektor -- termasuk kehadiran perwakilan perusahaan lokal dan elemen pemuda -- dalam membangun ketahanan sosial gampong. Kegiatan ini ditutup dengan aksi nyata penyerahan paket sembako untuk fakir miskin sebagai bentuk tanggung jawab sosial kolektif.

Kegiatan tersebut kian lengkap dengan penyaluran bantuan ‘Paket Ramadhan Ceria’ bagi para mustahik di gampong setempat. Diserahkan kepada geusyik Gampong Baro untuk disalurkan kepada fakir miskin sebagai bentuk tanggung jawab sosial kolektif. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI