Beranda / Berita / Aceh / Program Keluarga Sehat Tanggap Bencana, TP PKK Sulteng Diminta Bangun Koordinasi serta Konsolidasi

Program Keluarga Sehat Tanggap Bencana, TP PKK Sulteng Diminta Bangun Koordinasi serta Konsolidasi

Minggu, 07 November 2021 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Palu - Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian meminta agar TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat membangun koordinasi dan konsolidasi dengan stakeholder terkait untuk mendukung Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana. Upaya ini penting dilakukan agar manfaat gerakan tersebut dapat dirasakan langsung oleh seluruh keluarga di Sulteng.

Hal itu disampaikan Tri saat membuka acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK, Kelompok PKK, dan Para Kader PKK dalam rangka Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Sulteng, Selasa (2/11/2021).

“Melalui pelatihan ini, saya mengimbau kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah, serta stakeholder terkait, agar dapat berkoordinasi dan konsolidasi,” ujar Tri Tito.

Tri menuturkan, gerakan ini untuk menyelesaikan permasalahan yang masih dihadapi bangsa seperti persoalan kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat. Misalnya, salah satu permasalahan yang menjadi fokus pemerintah di bidang kesehatan, yakni masih tingginya angka stunting di Indonesia.

Di lain sisi, Tri menjelaskan, melalui pelatihan ini diharapkan dapat terbangun kemampuan para kader PKK dalam mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Tri mengatakan, ada 9 kriteria pilot project yang dapat disesuaikan dengan situasi, kondisi, serta permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, setiap daerah memiliki peluang dan potensi yang besar untuk menyelesaikan permasalahan di wilayahnya.

Selain itu, lanjut Tri, pelatihan ini difokuskan untuk menangani sejumlah persoalan seperti stunting; kesehatan ibu dan anak; menuju perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam mencegah serta menangani Covid-19; serta siaga menghadapi bencana kebakaran dan kecelakaan dalam rumah tangga.

Tri mengimbau para peserta untuk dapat menerapkan hasil pelatihannya secara langsung kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat kemudian dapat berperan aktif secara mandiri mengatasi permasalahan yang dihadapi, baik secara individu maupun keluarga. “Sehingga mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri untuk mengatasi permasalahan di bidang kesehatan, lingkungan, dan perencanaan sehat,” ujar Tri.

Selanjutnya, Tri berharap, seluruh peserta pelatihan dapat berbagi pengetahuan kepada Pengurus Pokja IV dan Kader PKK yang belum mengikuti kegiatan tersebut, agar terbangun pemahaman bersama.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda