Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ketua ICMI Aceh; Reboisasi Hutan Harus Segera Dilakukan di seluruh Aceh

Ketua ICMI Aceh; Reboisasi Hutan Harus Segera Dilakukan di seluruh Aceh

Senin, 04 Mei 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Ketua ICMI Aceh, Dr Taqwaddin Husin didampingi pengurus ICMI Aceh Tengah Dr Edi Putra Kelana, saat berada di Kenawat, Aceh Tengah melihat konidisi paska bencana banjir bandang. (foto/ Dok for Dialeksis.com)

DIALEKSIS.COM| Takengon- Kondisi hutan Aceh yang sudah parah, terjadi perambahan telah menggangu ekosistem. Hutan Aceh yang rusak perlu segera diperbaiki. Hutan Aceh harus dijaga demi kehidupan.

Hal itu dikatakan Ketua ICMI Aceh, Dr Taqwaddin Husin usai yang melakukan kunjungan di kawasan bencana hidrometeorolgi Aceh. Tim ICMI melihat dari dekat bagaimana hutan Aceh dirambah, gunung-gunung mulai gundul.

Melihat keadaan ini, ketua ICMI Aceh menyatakan perlunya segera dilakukan upaya penanaman kembali atau reboisasi terhadap areal hutan yang telah gundul di daratan tinggi seluruh Aceh.

Hal ini disampaikan Taqwaddin usai mengunjungi kawasan bencana hidrometerologi di Kenawat, Aceh Tengah, Sabtu (02/05/2026).

“Reboisasi harus segera dilakukan guna memulihkan fungsi ekologis, hidrologis, dan keanekaragaman hayati yang bertujuan untuk mengembalikan ekosistem, mencegah banjir dan longsor, serta untuk mengurangi pemanasan global,” jelas Taqwaddin, dalam keteranganya kepada Dialeksis, Minggu (03/05/2026)

Menurut Taqwaddin yang dalam kunjungan lapanganya didampingi Pengurus Daerah ICMI Aceh Tengah yang diketuai oleh Dr Edi Putra Kelana dan beberapa Akademisi dari Universitas Gajah Putih, konidisi hutan Aceh tidak boleh dibiarkan menggangu ekosistem.

“Kondisi hutan seluruh Aceh harus dihijaukan kembali. Kewajiban kita menjaga alam, ketika kita menjaga alam, maka alam juga akan memberikan penghidupan kepada kita. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menghijaukan kembali,” sebutnya.

Selain melakukan kunjungan lapangan dan diskusi terbatas, Ketua ICMI Aceh yang didampingi oleh Prof Yusny Saby dan Dr Agustin Hanafi juga menyerahkan wakaf Alquran kepada Pengurus ICMI Aceh Tengah untuk disalurkan kepada para korban bencana banjir dan longsor.

Dalam pertemuan dengan Majelis Pengurus Daerah ICMI Aceh Tengah, Taqwaddin Husin juga menerima usulan kegiatan seminar internasional terkait penanggulangan bencana yang akan dilaksanakan di Takengon dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh 5 Juni 2026.

Panitia Seminar Internasional tersebut, Dr Amna, ketua panitia seminar, dalam keteranganya menyebutkan, pihaknya sudah mengundang narasumber dari Bahrain, Malaysia, Jepang, Indonesia.

Panitia juga membuka call paper dari berbagai Ahli yang konsern dengan isu kebencanaan dari berbagai disiplin ilmu.

Merespon usulan pertemuan Internasional tersebut, Dr Taqwaddin yang juga Dosen pada Program Pascasarjana Magister Ilmu Kebencanaan USK, menyarankan agar isu yang dibahas dalam seminar itu nantinya harus berparadigmakan hulu-hilir.

Paradigma dari hulu- hilir yang dimaksut ketua ICMI Aceh ini adalah penanggulangan kebencanaan secara menyeluruh dari perbaikan hutan di gunung hingga perbaikan sungai dan kuala. Bukan hanya membahas aspek hilirnya saja.

Dalam pertemuan itu, Taqwaddin juga mengingatkan agar jangan lupa selalu berkonsultasi dan memberi masukan pikiran kepada pihak pemerintah.

"Sekarang ini upaya penanggulangan bencana harus berbasis kemitraan yang pentahelix, yaitu yang melibatkan masyarakat tempatan, akademisi, Ormas, kalangan usahawan, media, dan pemerintah. Jadi, tidak bisa hanya pemerintah saja," sebut Taqwaddin.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI