DIALEKSIS.COM | Takengon - Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) Aceh Tengah mengirimkan tim medis ke wilayah Linge untuk membantu penanganan krisis kesehatan pasca bencana yang masih melanda kawasan tersebut.
Tim medis diberangkatkan pada Selasa pagi menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Misi kemanusiaan ini difokuskan pada pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak, khususnya di daerah yang masih terisolasi.
Ketua Kelompok Kerja Baret ICMI Aceh Tengah, Hardy Fauzi, mengatakan pengiriman tim medis merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang hingga kini kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Kami berharap kehadiran tim medis ini dapat membantu mengurangi beban warga Linge yang masih terisolasi akibat bencana,” ujar Hardy Fauzi.
Ia menjelaskan, misi kesehatan tersebut telah melalui koordinasi intensif dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah.
Di lapangan, kondisi darurat langsung dihadapi tim medis. Koordinator tim, dr. Fitri Fatimah, melaporkan adanya kasus ibu hamil yang membutuhkan penanganan segera di tengah keterbatasan fasilitas dan akses komunikasi.
“Kami tidak mendapatkan sinyal. Saat ini berada di tengah hutan untuk mencari jaringan,” lapor dr. Fitri dalam komunikasi singkat dari lokasi.
Pasien yang ditangani diketahui bernama Susparida (32 tahun). Pasien mengalami kontraksi teratur meski usia kehamilan belum cukup bulan. Kepala janin telah memasuki pintu atas panggul, dengan keluhan nyeri sejak Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB. Riwayat hari pertama haid terakhir (HPHT) pasien tidak diketahui.
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan bahwa pasien telah melahirkan. Namun, bayi yang dilahirkan dinyatakan meninggal dunia. Kondisi ibu saat ini membutuhkan rujukan segera ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai untuk penanganan lanjutan.
Misi kemanusiaan Baret ICMI Aceh Tengah ini masih terus berlangsung, dengan fokus pada pelayanan kesehatan darurat serta evakuasi medis bagi warga terdampak bencana di wilayah terpencil.