Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Parlemen Kita / DPR Tolak Wacana Penghapusan Prodi Keguruan, Soroti Krisis Guru di Daerah

DPR Tolak Wacana Penghapusan Prodi Keguruan, Soroti Krisis Guru di Daerah

Minggu, 03 Mei 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti. [Foto: Sari/Karisma/dpr ri]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menolak wacana penghapusan Program Studi (Prodi) Keguruan di perguruan tinggi yang sempat mencuat menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2026.

Esti menilai rencana tersebut sebagai langkah yang tidak tepat, mengingat masih banyak daerah di Indonesia yang mengalami kekurangan tenaga pendidik, terutama di wilayah terpencil.

“Dalam peringatan Hardiknas ini, kami menyuarakan tolak penghapusan Prodi Keguruan,” ujar Esti dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Ia menanggapi wacana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menilai Prodi Keguruan kurang relevan dengan kebutuhan industri. Menurut Esti, pendekatan tersebut perlu dikaji ulang secara menyeluruh.

“Kami meminta agar wacana penghapusan Prodi Keguruan dipertimbangkan kembali dan dikaji lebih mendalam. Karena faktanya, banyak daerah terpencil masih kekurangan guru,” kata dia.

Politikus PDI-P itu menegaskan, keberadaan Prodi Keguruan tetap krusial dalam mencetak tenaga pendidik yang berkualitas. Ia menilai, peningkatan mutu pendidikan justru harus dimulai dari penguatan kualitas guru, bukan dengan menghapus jalur pendidikannya.

Selain itu, Esti juga mengingatkan bahwa momentum Hardiknas seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah.

“Pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memastikan negara hadir bagi seluruh anak bangsa. Dari tangan para guru, masa depan generasi bangsa dibentuk,” ujar Esti. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI