Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Baret ICMI Aceh Perkuat Aliansi, Bentuk Crisis Center Pasca Bencana

Baret ICMI Aceh Perkuat Aliansi, Bentuk Crisis Center Pasca Bencana

Minggu, 18 Januari 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Aceh - Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) Aceh memperkuat aliansi strategis dengan berbagai pihak untuk membentuk sebuah Crisis Center sebagai pusat koordinasi penanganan pasca bencana di Aceh. Langkah ini dipaparkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, pada Minggu (18 Januari 2026).

Menurut Zam Zam, tujuan utama pembentukan Crisis Center adalah mempercepat respons, memperbaiki koordinasi antar-pemangku kepentingan, serta menetapkan alur informasi yang jelas ketika bencana terjadi. 

“Crisis Center ini akan menjadi pusat koordinasi dan informasi untuk mempercepat respons dan proses pemulihan pasca bencana,” ujar Zam Zam.

Baret ICMI Aceh menjajaki kerja sama dengan Pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat sipil, dan pelaku swasta nasional. Zam Zam menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperbaiki kualitas penanganan bencana dan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

“Kita perlu bekerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan kualitas penanganan bencana di Aceh. Tidak cukup hanya bergerak sendiri solidaritas dan sinergi antar-aktor adalah modal utama,” tambahnya.

Selain aspek koordinasi, Zam Zam menekankan pentingnya pendekatan berbasis potensi lokal dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia mengingatkan agar data bencana dijadikan dasar langkah nyata pemulihan, bukan sekadar catatan statistik. 

“Jangan lama berduka; gunakan data untuk merancang pemulihan dengan pendekatan potensi memanfaatkan sumber daya lokal, bukan hanya fokus pada masalah,” ujarnya.

Terkait kondisi ekonomi pasca bencana, Zam Zam berharap Pemerintah Pusat mengambil peran aktif dalam memulihkan perekonomian Aceh. Menurutnya, tanpa pemulihan ekonomi yang cepat, upaya rekonstruksi sosial dan infrastruktur akan menghadapi tantangan lebih besar. 

“Jika ekonomi terus terpuruk, dampaknya pada pemulihan sosial dan psikologis masyarakat akan semakin berat. Pemerintah Pusat harus hadir dalam upaya pemulihan ekonomi,” katanya.

Dukungan dari Majelis Pimpinan Pusat melalui Dewan Pimpinan Pusat Baret ICMI diharapkan memberi kekuatan tambahan bagi upaya ini. Dengan payung dan jaringan yang lebih luas, Zam Zam optimistis Crisis Center yang dirancang dapat berlangsung efektif dan berkelanjutan.

Rencana pembentukan Crisis Center masih akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis bersama mitra termasuk penentuan lokasi, skema koordinasi operasional, serta mekanisme pengelolaan data dan logistik. Pihak Baret ICMI Aceh menyatakan siap membuka ruang dialog bagi semua pemangku kepentingan yang ingin berkontribusi dalam percepatan penanganan pasca bencana di Aceh.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI