DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri lokal yang aman dan berkualitas melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB).
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (1/5/2026) tersebut dibuka langsung oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, dan diikuti delapan pelaku usaha kosmetik serta obat bahan alam dari Banda Aceh dan Aceh Besar.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi standar produksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Riyanto menegaskan, penerapan standar produksi yang baik merupakan fondasi utama dalam menghasilkan produk yang aman sekaligus berdaya saing. Ia menekankan bahwa kualitas produk tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada proses produksi yang memenuhi standar.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha semakin siap memenuhi persyaratan sertifikasi dan perizinan sehingga produk lokal Aceh mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi secara komprehensif melalui presentasi dan diskusi interaktif yang dipandu narasumber internal BBPOM Aceh.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh berharap pelaku usaha kosmetik dan obat bahan alam dapat meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kepatuhan dalam menerapkan standar CPKB dan CPOBAB.
Ke depan, langkah tersebut diharapkan mendorong bertambahnya pelaku usaha tersertifikasi serta mempercepat lahirnya produk lokal Aceh yang aman, bermutu, berdaya saing, dan memiliki izin edar resmi. [*]