DIALEKSIS.COM | Jantho - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keamanan pangan di lingkungan pendidikan melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) kader keamanan pangan sekolah di MIN 8 Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diawali dengan sosialisasi kepada guru dan siswa dari 10 sekolah perwakilan jenjang SMA/MAN, SMP/MTs, dan SD/MIN di wilayah Aceh Besar yang menjadi target intervensi program.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan bimtek yang diikuti oleh perwakilan kader dari tiga sekolah yang telah ditetapkan dalam program intervensi keamanan pangan sekolah.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dahlawi. Dalam sambutannya, ia menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami mendukung program ini, karena siswa merupakan aset bangsa yang harus kita jaga keamanannya untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ketua Tim Program Prioritas Nasional (Pro PN) BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, menekankan pentingnya peran aktif komunitas sekolah dalam menjaga kesehatan generasi muda melalui penerapan prinsip keamanan pangan.
“Program ini merupakan upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman. Kami berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan BBPOM dalam mengedukasi lingkungan sekitarnya tentang pentingnya memilih pangan yang aman, bermutu, dan bebas dari bahan berbahaya,” kata Desi.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Sekolah, Yanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada implementasi di lapangan.
“Melalui bimtek dan paket edukasi yang diberikan, para kader diharapkan mampu mengimplementasikan sistem pengawasan pangan secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan sekolah masing-masing,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, BBPOM Aceh turut menyerahkan paket edukasi kepada perwakilan sekolah intervensi sebagai sarana pendukung dalam menyebarluaskan informasi keamanan pangan. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian komunitas sekolah dalam membangun budaya pangan aman.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh optimistis para kader yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal keamanan pangan di sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat dan mendukung tumbuh kembang generasi muda. [*]